Sudikerta Makan Nasi Jinggo Bareng Media

(Baliekbis.com), Keakraban seorang Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Bali Drs. I Ketut Sudikerta bersama media sangat dirasakan sekali, salah satunya ketika menyantap nasi jinggo bareng di rumah aspirasi Renon, Selasa (9/1) usai deklarasi dan pendaftaran Cagub dan Cawagub paslon KRB (Koalisi Rakyat Bal), di KPU Bali. Sebagaimana diketahui KRB yang terdiri lima parpol yakniGolkar, Demokrat, Gerindra, NasDem dan PKS itu mengusung Mantra-Kerta di Pilgub Bali 2018 ini.

Hubungan dekat dengan wartawan ini murni kehendak Sudikerta untuk terus berbagi suka-duka, dan suka-duka tersebut akan terus dibagikan kepada seluruh masyarakat Bali nantinya. Menurut Sudikerta, bila nantinya dipercaya dan dipilih masyarakat Bali bersama pasangannya IB Rai Darmawijaya Mantra yang merupakan Calon Gubernur (Cagub) Bali, ia akan siap sepenuhnya mengabdikan diri ditengah-tengah masyarakat Bali, dan akan menjalankan setiap program yang dirasakan sepenuhnya menyentuh kesejahteraan masyarakat Bali. “Termasuk Program Bali Mandara Jilid I dan II tidak akan dibuang tetapi akan dilanjutkan dan ditingkatkan,” ujar Sudikerta.

Lanjutnya, selama ini sudah 1.388 Desa Adat di Bali dari 1.420 Desa Adat yang dikunjunginya. Bahkan kunjungan tersebut sudah menghabiskan dana Rp 500 juta yang sudah dibagikan kepada masyarakat yang dikunjunginya. “Dana yang dibagikan ini murni dari kocek sendiri, dan bukan dari dana APBD selama menjadi Wagub bersama Gubernur Made Mangku Pastika,” terangnya. Ia juga akan melanjutkan program yang telah dicanangkan selama ini, terutama program ekonomi kerakyatan dan ekonomi kreatif.

Sudikerta juga ingin menyeimbangkan pembangunan antara Bali Selatan yang selama ini menjadi ikon pembangunan di Bali dengan Bali Utara, Bali Barat dan Bali Timur. “Salah satunya pembangunan bandara di Kubutambahan, Buleleng serta jalan tol dari ujung Barat sampai ujung Timur untuk mempersingkat jarak tempuh transportasi darat agar bisa menekan ekonomi biaya tinggi,” jelasnya. Untuk pembinaan generasi muda agar lebih berkualiatas, Sudikerta mencanangkan program pendidikan gratis dari tingkat SMA/SMK. Sementara, untuk biaya ngaben massal dan nyekah akan sepenuhnya dibiayai pemerintah. “Semua program ini dirangkum dalam Program Nawa Candra yang merupakan program inovatif,” tambahnya. (sus)