Sudikerta Hadiri Karya Ngenteg Linggih Pura Kahyangan Dalem

(Baliekbis.com), Program pembangunan Pemerintah Provinsi Bali sudah berjalan dengan baik melalui Program Bali Mandara Jilid I dan Program Bali Mandara Jilid II, dan tidak dipungkiri manfaatnya sudah dirasakan oleh semua kalangan masyarakat. Hal ini dikatakan Wakil Gubernur Bali, Ketut Sudikerta saat menghadiri Karya Ngenteg Linggih di Pura Kahyangan Dalem Desa Pakraman Sandan, Desa Wongaya Gede, Kecamatan Penebel, Tabanan, Kamis (19/10).

Setelah melaksanakan persembahyangan bersama warga pengempon Pura, Sudikerta didampingi Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Bali, A A Griya menjelaskan, program Bali Mandara akan terus ditingkatkan melalui program-program unggulannya yang kesemuanya bertujuan untuk pengentasan kemiskinan. Seperti contoh bidang pendidikan dengan SMA Bali Mandara, beasiswa miskin, dan beasiswa kedokteran. Bidang kesehatan dengan JKBM yang telah terintegrasi dengan JKN yang nantinya akan diupayakan meng-cover seluruh masyarakat Bali. “Nanti jaminan kesehatan gratis yang dikenal JKBM akan berlanjut melalui JKN diupayakan dapat menanggung seratus persen penduduk Bali,” ujarnya.

Bidang sosial pemerintah Provinsi Bali telah banyak memberikan bantuan keuangan khusus kepada desa pakraman dan subak, dan bantuan tersebut telah dapat meringankan beban masyarakat dalam melaksanakan upacara-upacara adat. Sudikerta juga berharap agar masyarakat dalam menggelar upacara tidak secara besar-besaran, namun harus lengkap berdasarkan sastra agama.

Lebih lanjut pihaknya mengajak masyarakat untuk memahami dalam melaksanakan upacara ini bukan sebatas ritual saja, namun memaknainya lebih dalam untuk memohon kesejahteraan alam beserta isinya, dan kesejahteraan umat secara sekala-niskala. “Dalam menggelar upacara mari kita pahami maknanya, seperti upacara yang digelar saat ini maknanya untuk memohon kesejahteraan alam beserta isinya, kesejahteraan umat secara sekala-niskala,” ujar Sudikerta.

Pihaknya juga mengapresiasi pelaksanaan upacara tersebut yang dilakukan secara bergotong-royong oleh seluruh warga Desa Pakraman Sandan.  “Warga disini sudah mampu bergotong-royong dalam menggelar upacara, saya sangat mengapresiasi. Semangat dan jiwa seperti inilah yang harus terus dipupuk, persatuan dan kesatuan yang didasari rasa persaudaraan harus terus dibangun,” katanya. Pada kesempatan tersebut Sudikerta menyerahkan dana punia untuk meringankan beban masyarakat. (sus)