STMIK Primakara Gelar “FGD & Business Matching”, Made Artana: Izin Startup Perlu Dipermudah

(Baliekbis.com), Ketua Yayasan Primakara I Made Artana mengatakan kehadiran startup yang begitu pesat belakangan ini perlu didukung berbagai pihak termasuk pemerintah.

“Startup ini ibarat benih. Meski benihnya bagus kalau tidak didukung iklim lingkungan yang memadai, maka tidak akan tumbuh dan berkembang dengan baik,” ujar Made Artana didampingi Ketua STMIK Primakara I Gusti Bagus Made Wiradharma dan Kepala Inbis Primakara Bagus Putu Wahyu Nirmala di sela-sela acara FGD & Business Matching, Rabu (31/10) di Sanur.

Dikatakan salah satu kendala yang dihadapi startup umumnya masalah perizinan. Untuk mendapatkan izin, syaratnya masih dirasakan cukup berat bagi sebuah bisnis pemula. Untuk itu ia berharap pemerintah bisa membantu mempermudah perizinan bagi startup ini. Artana juga memandang pentingnya peran dunia usaha untuk memberi dukungan bagi para startup ini.

I Made Artana.

Hal senada dikatakan Prof. Hadi Karia Purwadaria dari Kemenristek Dikti selaku Konsultan Pendamping Inbis Primakara yang melihat adanya kendala perizinan bagi startup ini. “Memang aturannya startup ini harus punya izin dengan sejumlah persyaratan yang memerlukan modal tidak sedikit. Seperti harus ada bangunan untuk mendukung kegiatan, dll,” jelasnya.

Namun Prof. Hadi melihat potensi startup ini sangat bagus ke depannya. Ia bahkan mengapresiasi berbagai terobosan yang dilakukan Inbis Primakara yang mana mendapatkan dana hibah dari Kemenristek Dikti. “Kami juga ada program penguatan inkubator melalui bantuan kelembagaan. Inbis Primakara ini juga salah satu yang kami bina dan dampingi,” ujarnya.

Pihaknya juga berharap startup dan inkubator start up yang ada bisa melahirkan startup digital yang mandiri dan berdaya siang. Pihaknya pun mengapresiasi keaktifan STMIK Primakara. “Di Bali ada beberapa inkubator bisnis. Tapi yang aktif hanya dua yakni di STMIK Primakara dan Unud,” pungkasnya.

STMIK Primakara menggelar Focus Group Discussion (FGD) & Business Matching selama dua hari. Pada hari pertama FGD penguatan kelembagaan Inbis Primakara ini mempertemukan Inbis Primakara dengan stakeholdernya seperti STMIK Primakara, perbankan, inkubator bisnis lainnya di Denpasar, lembaga perguruan tinggi seperti STP Nusa Dua, Unud, Unhi dan lain. Lalu organisasi asosiasi pengusaha seperti JCI, HIPMI, Kadin Bali hingga co-working space yang ada di Denpasar, komunitas IT, dan para tenant inbis.

Acara ini dimaksudkan untuk mendapat support dari stakeholder kepada Inbis Primakara. Disisi juga pameran dari 8 tenant startup binaan Inbis Primakara seperti BioTech, Daksa Digital Technology, Kostpedia, Tripto, Miracle Gatesa, Ponkod, Patriat Medical & Devices, dan Medicall.
Di hari kedua digelar Business Matching yang tujuannya mempertemukan antara start up tenant Inbis Primakara dengan calon investor, calon key partners, komunitas, dan asosiasi pengusaha. Harapan dari business macthing ini adalah ada pertemuan tahap lanjut untuk membicarakan bentuk kerjasama atau investasinya. (bas)