Spenas Scout Competition 2018, Perdiknas Lahirkan Generasi Emas Genius dan GTS

(Baliekbis.com), Perdiknas (Perkumpulan Pendidikan Nasional) Denpasar menggelar Spenas Scout Competition 2018 “Konsisten Lahirkan Generasi Emas Genius yang GTS (Good, Trustworthy, Smart)” di halaman Perdiknas Denpasar, Minggu pagi (9/12).

Kompetisi ketangkasan dan keterampilan baris-berbaris kepramukaan ini serangkaian peringatan jubileum emas (50 tahun) Perdiknas yang jatuh pada 31 Desember 2018 dan memeriahkan HUT ke-44 SMP Nasional Denpasar.

Kompetisi ini diikuti adik-adik pramuka penggalang SD Kwartir daerah Bali dengan jumlah peserta mencapai 224 orang yang terdiri atas 14 gugus depan SD dengan memperebutkan piala bergilir dari Perdiknas. Istimewanya, pembukaan Spenas Scout Competition 2018 diawali dengan menanam bibit kelapa di halaman Perdiknas.

Dimana sejauh ini belum ada kegiatan pramuka yang diawali dengan penanaman bibit/tunas kelapa yang memang juga menjadi lambang gerakan pramuka ini. Penanaman bibit kepala ini juga sebagai bentuk spirit bahwa generasi Perdiknas dari usia kecil hingga dewasa bahkan tua nanti selalu berguna untuk masyarakat, nusa dan bangsa di setiap jenjang kehidupannya.

Spenas Scout Competition 2018 juga dihadiri Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI yang diwakili Staf Ahli Bidang Inovasi dan Daya Saing Kemendikbud Ir. Ananto Kussuma Seta, M.Sc.,P.hD., didampingi Ketua Yayasan Perdiknas Denpasar Dr. A.A.A. Ngurah Tini Rusmini Gorda, S.H.,M.M.,M.H.,dan Kabid PSMP Disdikpora Kota Denpasar AA Gede Wiratama serta undangan lainnya.

“Kegiatan ini bertujuan menerapkan pendidikan karakter melalui gerakan pramuka. Kemudian melahirkan generasi emas bangsa yang GTS (Good, Trustworthy, Smart),” kata Ketua Panitia Spenas Scout Competition 2018 Nyoman Sulastra dalam laporannya.

Ketua Yayasan Perdiknas Denpasar Dr. A.A.A. Ngurah Tini Rusmini Gorda, S.H.,M.M.,M.H., menegaskan kegiatan pramuka yang identik dengan pendidik dan pembangunan karakter sejalan dengan cita-cita Perdiknas untuk mencetak generasi emas bangsa yang GTS (Good, Trustworthy, Smart).

Spirit pramuka ini juga diimplementasikan secara nyata dalam keseharian proses pendidikan di lembaga pendidikan di bawah Perdiknas mulai dari SMP Nasional Denpasar, SMK Teknologi Nasional dan Undiknas (Universitas Pendidikan Nasional) Denpasar.

“Kelapa tumbuh tidak memilih tempat. Begitulah juga lulusan dari lembaga pendidikan di bawah Perdiknas. Mereka bisa beradaptasi di lingkungan apapun,” kata Tini Gorda yang juga Ketua Umum Forkomwil Puspa Provinsi Bali itu.

Staf Ahli Bidang Inovasi dan Daya Saing Kemendikbud Ir. Ananto Kussuma Seta, M.Sc.,P.hD., mengaku bangga dan mengapresiasi berbagai inovasi serta pengabdian di bidang pendidikan yang dilakukan Perdiknas.

“Pendidikan yang layak menjadi salah satu bagian dari HAM (Hak Asasi Manusia) khususnya juga hak anak. Perdiknas mampu mewujudkan hal itu hingga di usianya yang menginjak 50 tahun,” ujar Ananto Kussuma Seta.

Di sisi lain lomba kepramukaan ini diyakini memperkuat dan membentuk karakter seperti disiplin, jujur, tangkas, cerdas, dan sehat. “Juga ada critical thinking (berpikir kritis) dalam menyelesaikan masalah, ada empati. Ini juga merangsang kemampuan dalam belajar teknologi,” tandas Ananto Kussuma Seta.

Apresiasi serupa disampaikan Kabid PSMP Disdikpora Kota Denpasar AA Gede Wiratama. Spenas Scout Competition ini menguatkan pendidikan karakter secara tidak langsung untuk mewujudkan generasi emas yang enerjik, multi talenta, aktif dan spiritual. (wbp)

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.