Sosialisasikan Bahaya TBC PPTI Gandeng PKK Kota Denpasar  

(Baliekbis.com), Sulitnya membererantas penyakit tuberkoluse (TBC) bahkan dari tahun ketahun terjadi peningakatan kasus. Hal ini membuat PPTI Wilayah Bali dan PPTI Cabang Kota Denpasar melaksanakan berbagai program. Salah satunya dengan menggandeng PKK Kota Denpasar untuk mensosialisasikn bahaya TBC. Demikigan disampaikan Ketua PPTI Cabang Kota Denpasar dr. I Made Sudhana Satrigraha saat mendampingi Pengurus PPTI Wilayah Bali saat berudensi dengan Plt. Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. Antari Jaya Negara, Selasa (27/3) di Gedung Graha Sewaka Dharma.

Lebih lanjut Sudhana Satrigraha menambahkan berbagai program telah dilaksanakan oleh PPTI Cabang Kota Denapasar dalam upaya menekan kasus TBC di Kota Denapasar. Untuk itu kedepannya pihaknya terus berupaya melakukan berbagai kegiatan salah satunya menggandeng PKK Kota Denpasar dalam menekan kasus TBC. Untuk itu Sudhana Satrigraha mengaku dalam mensinergikan program PPTI dengan PKK pihaknya mengajak pengurus PPTI Wilayah Bali.

Sekretaris PPTI Wilayah Bali dr. Made Swarnawa mengatakan selama ini PPTI Cabang Kota Denpasar telah melaksanakan program dengan baik dalam menekan kasus TBC di Kota Denpasar. Mengingat kasus TBC tidak bisa ditangani oleh PPTI untuk itu pihaknya berharap semua pihak terlibat termasuk juga PKK Kota Denpasar. Hal ini mengingat PKK Kota Denpasar memiliki kader hingga banjar dan lingkungan dengan demikian sangat membantu dalam mensosialisasikan bahaya TBC. “Kami berharap kedepannya ada kerjasama program dengan PKK Kota Denpasar terlebih lagi PKK Kota Denpasar telah mempunyai kader hingga ke banjgar dan lingkungan,”ujarnya. Disamping itu bulan April mentang PPTI pusat akan menandatangani MoU dengan PKK Pusat dalam menangani kasus TBC. Tentunya dari MoU yang dilaksanakan ini diharapkan berdampak adanya sinergisitas program antara PPTI Cabang Kota Denpasar dngan PKK Kota Denpasar.

Pimpinan Pelaksana PPTI Cabang Kota Denpasar I Gusti Ngurah Wibawa menambahkan sampai saat ini PPTI Cabang Kota Denpasar telah mempunyai 313 kader penyuluh yang tersebar di empat kecamatan. Kader-kader ini terus mensosialisasikan terkait dengan bahaya TBC. Meski demikian masih ada beberapa kendala sehingga para kader tidak dapat bekerja maksimal diantaranya keberadaan penderita yang tinggal berpindah-pindah. Tentunya dengan adanya keterlibatan kader PKK diharapkan dapat mengetahui mobilisai penderita TBC di Kota Denpasar. Lebih lanjut Ngurah Wibawam menambahkan jumlah penderita TB terus mengalami peningkatan di Kota Denpasar. Tahun 2016 jumlah penderita TBC dari hasil rontgen, labotarium, paru dan anak mencapai 1168. Sedangkan tahun 2017 jumlah penderita mencapai 1217. Jumlah ini, menurutnya jauh lebih kecil dari hasil survei yang di lakukan WHO dimana penderita lama dan baru ditemukan kasus 660 per 100 penduduk.

Plt. Ketua PKK Kota Denpasar Ny. Antari Jaya Negara menyambut baik untuk kerjasama dalam mensosialisasikan bahaya TBC. Untuk itu Ia berharap PPTI dapat mensosialisasikan setiap saat pada para kader tentang bahaya TBC. Hal ini bisa dilakukan mulai dari tempat pelaksanaan posyandu. “Saya harap sosialisasi bahaya TBC terus digencarkan dengan melibatkan para kader PKK. Ini dapat dilaksanakan mulai dari tempat pelakasanaan posyandu,” ujarnya. (Gst)