Songsong Lebaran, TPID Jamin Harga Stabil, Stok dan Distribusi Aman

(Baliekbis.com), Menyongsong Lebaran tahun ini harga pangan, stok dan distribusinya dijamin  stabil dan aman. Perkembangan harga dari awal Juni hingga saat ini masih stabil. “Tidak ada gejolak harga yang menonjol,” ujar Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali Ni Wayan Kusumawathi saat Obrolan Santai BI Bareng Media (OSBIM), Kamis (15/6/2017) di Kantor BI Denpasar. Berdasarkan pengalaman Lebaran sebelumnya, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Bali selalu melakukan langkah-langkah antisipatif, terutama yang terkait dengan distribusi dan pasokan menjelang Idul Fitri dan setelahnya. Dari pantauan harga kebutuhan pokok cenderung masih stabil.

Kusumawathi juga memastikan persediaan bahan pangan cukup sampai dengan 3 bulan. Antara lain, ketersediaan beras 223.000 ton lebih, sedangkan kebutuhan per bulan 34.000 ton, sehingga ketahanan sampai 6 bulan ke depan. Ketersediaan gula pasir 15.750 ton, sedangkan kebutuhan hanya 5.000 ton. Demikian juga minyak goreng 13.280 ton sedangkan kebutuhan hanya 3.375 ton. “Tepung terigu, daging sapi, daging ayam ras, telur ayam ras, kedelai, bawang merah, bawang putih ketersediaannya untuk sampai 3 bulan ke depan,” ujarnya seraya menambahkan, komoditi tersebut ada di gudang Bulog dan di Bali ada 15 distributor besar.

Causa Iman Karana
Causa Iman Karana

Langkah lain yang dilakukan adalah tetap berkoodirnasi dengan Disperindag seluruh Indonesia terutama Jatim dan NTB. “Kita lakukan koordinasi antarprovinsi untuk beberapa komoditas seperti dengan Jatim dan NTB. Kalau dari Jatim seperti minyak goreng dan komoditas pabrikan, sedangkan dari Tambora, NTB berupa gula,” imbuhnya. Sedangkan Bank Indonesia Kantor Perwakilan Bali mencatat meningkatnya tekanan inflasi pada Mei 2017 terutama didorong kelompok administered prices seperti angkutan udara dan tarif listrik. Kemudian tarif angkutan udara menyumbang andil inflasi 0,08 persen. Kepala BI KPw Bali Causa Iman Karana mengatakan, target inflasi Bali hingga akhir tahun 2017 sekitar 4 persen. (ist)