Skizofrenia, Rumah Berdaya Edukasi Masyarakat di Denfest ke-10

(Baliekbis.com), Kepedulian Pemerintah Kota Denpasar terhadap penyandang disabilitas Skizofrenia (orang dengan gangguan mental) tidak hanya ditunjukan dengan keberadaan Rumah Berdaya yang secara khusus menjadi tempat sekaligus wadah para penyandang Skizofrenia untuk bersosialisasi dan berkreatifitas dalam fase penyembuhan.

Denpasar Festival (Denfest) ke-10 Tahun 2017 secara khusus hadir memberikan ruang dan kesempatan kepada para penyandang Skizofrenia untuk menunjukan hasil kreatifitas yang telah dibuat selama di Rumah Berdaya. Stand yang diberikan secara khusus ini memamerkan produk hasil karya kreativitas berupa lukisan, tas, baju kaos dan dupa dan pernak pernik lainnya.

Rumah Berdaya yang beralamat di Jl. Hayam Wuruk, Denpasar didirikan sejak tahun 2016 lalu konsisten melaksanakan pemberdayaan dan rehabilitasi yang dibantu relawan dari berbagai macam profesi memberikan ruang berkreativitas bagi penyandang Skizofrenia untuk menghasilkan berbagai macam produk kreatif.

Relawan yang juga mantan penyandang Skizofrenia Kadek Arimbawa mengatakan, bahwa Rumah Berdaya juga giat mengedukasi masyarakat agar lebih paham tentang Skizofrenia atau Gangguan Jiwa. Selama dibukanya stand Rumah Berdaya Dnnfest ke-10 ini Kadek Arimbawa mengatakan bahwa seluruh barang ataupun kerajinan yang dijual merupakan karya dari para penyandang Skizofrenia Rumah Berdaya. Kerajinan yang dihasilkan melibatkan para seniman dan relawan yang peduli terhadap keberdaan para penyandang Skizofrenia. “Yang lebih menarik lagi, bahan baku dari kerajinan ini semuanya merupakan bahan daur ulang, kami juga menggelar kegiatan melukis bersama dengan berinteraksi bersama pengunjung Denfest,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Kadek Arimbawa mengatakan hadirnya Stand Rumah Berdaya di Denfest ke-10 mengambil tempat di sebelah utara Lapangan Puputan Badung, I Gusti Ngurah Made Agung. “Selain itu kami juga memiliki tujuan memberikan wawasan pada masyarakat pengunjung Denfest tentang apa itu Skizofrenia untuk mengurangi stigma dari masyarakat kepada orang dengan gangguan jiwa,” tambahnya.

Agus, salah penyandang Skizofrenia yang juga menampilkan karyanya mengatakan sangat senang dapat melakukan aktifitas dan dibina di Rumah Berdaya Kota Denpasar. “Kegiatan yang saya lakukan di Rumah Berdaya Kota Denpasar sangat beragam dan positif, tidak hanya bagi kami, namun juga bagi lingkungan sekitar kami, terima kasih juga atas binaan dari pihak medis dan perhatian dari Pemkot Denpasar,” ujar Agus. (esa/dev