Singapore Airlines Perkenalkan Merek Ritel Pertama yang Menjual Produk Unik Hasil Daur Ulang

(Baliekbis.com), 15 merek ritel berbasis di Singapura akan menjadi salah satu penjual pertama di dunia yang menawarkan berbagai macam produk unik. Produk-produk ini terbuat dari suku cadang dan material daur ulang dari pesawat komersial Singapore Airlines (SIA) yang sudah tidak digunakan lagi.

Label fashion Tocco Toscano mulai menjual pouch, dompet, dan wristlet clutch, yang terbuat dari baju pelampung pada tanggal 8 Desember 2021. Produk-produk ini tersedia di toko online dan toko fisik Tocco Toscano, serta di KrisShop.com. Sementara itu, mulai 17 Desember 2021, Supermama akan mengadakan worskhop di toko utama mereka yang berlokasi di National Museum of Singapore untuk mengajak pelanggannya membuat peralatan makan mereka sendiri, dengan menggunakan stiker Singapore Airlines dan stiker yang terinspirasi dari dunia penerbangan yang dirancang oleh Supermama. Koleksi peralatan makan dari hasil daur ulang ini akan mulai diperjualbelikan pada bulan Januari 2022.

Sementara itu, ANS.EIN, ipse ipsa ipsum dan Photo Phactory juga akan ikut serta di proyek ini pada bulan Januari 2022. Merek lain seperti Beyond The Vines, Blithe & Merry, Bynd Artisan, Charles & Keith, Commune, [in]trigue, Protesta, Reckless Ericka, Roger&Sons, dan Ying The Label akan secara bertahap meluncurkan lini produk mereka di bulan-bulan berikutnya.

Pelanggan SIA dan para penggemar dunia penerbangan dapat menantikan berbagai macam produk unik yang terbuat dari material pesawat yang didaur ulang. Produk tersebut termasuk furnitur yang dibuat dari kursi Kelas Bisnis, jendela kabin, dan kompartemen atas, serta pakaian dan aksesori fashion yang terbuat dari baju pelampung, linen yang berasal dari sarung bantal pesawat, seprai, selimut, dan peralatan makan yang didesain ulang dari peralatan  yang sudah tidak digunakan dalam pelayanan.

Produk-produk ini akan diluncurkan secara bertahap dan akan tersedia di KrisShop.com, serta outlet online dan ritel dari masing-masing merek. SIA akan mengumumkan lebih detail mengenai produk tersebut melalui platform media sosial SIA.

Kolaborasi antara merek ritel dan SIA ini didukung oleh Singapore Tourism Board, dan bertujuan untuk mendorong kemitraan lintas sektor yang inovatif dan menambah semarak kancah ritel lokal Singapura.

SIA masih terus berdiskusi dengan lebih banyak merek lokal Singapura dan merek internasional lainnya yang tertarik bekerja sama dengan SIA dalam The Upcycling Project ini.

Pada kuartal pertama tahun 2022, SIA juga akan meluncurkan koleksi Designed by Singapore Airlines yang menampilkan rangkaian produk daur ulang yang unik dari SIA. Produk ini termasuk koleksi label penerbangan yang terbuat dari badan pesawat yang sudah tidak digunakan lagi, dan tas yang terbuat dari baju pelampung. Produk-produk ini akan dijual di bawah kategori Singapore Showcase di KrisShop.com.

SIA juga bekerja sama dengan SG Enable, sebuah lembaga berbasis di Singapura yang didedikasikan untuk mendukung penyandang disabilitas, dalam inisiatif i’mable Collective. Di bawah inisiatif ini, SPD dan Singapore Fashion Runway menciptakan produk gaya hidup yang terbuat dari baju pelampung dan sarung kursi. Produk-produk ini akan dijual di KrisShop.com mulai bulan Januari 2022, dengan semua pendapatan bersih akan digunakan untuk membantu para pengrajin i’mable Collective.

Berbagai inisiatif ini adalah bagian dari Upcycling Project SIA, yang bertujuan untuk mendaur ulang dan menggunakan kembali suku cadang dan material pesawat untuk menciptakan produk ritel dan karya seni yang unik. Suku cadang ini juga akan digunakan untuk mendukung institusi pendidikan, seniman, dan penyandang disabilitas.

Sebagai bagian dari The Upcycling Project, SIA dan Singapore University of Technology and Design (SUTD) telah meluncurkan sebuah kompetisi untuk mendorong kesadaran terhadap desain dan daur ulang di kalangan mahasiswa dan siswa sekolah menengah atas di Singapura. Informasi lebih lanjut tentang kompetisi dapat ditemukan di sini.

SIA juga bekerja sama dengan institusi pendidikan seperti Institute of Technical Education, Nanyang Academy of Fine Arts, Ngee Ann Polytechnic, dan Singapore Management University dengan menyumbangkan suku cadang dan material pesawat untuk didaur ulang pada mata pelajaran seni atau desain. Hal ini bertujuan untuk memperkenalkan konsep daur ulang kepada para siswa, sekaligus memberikan kesempatan kepada mereka untuk lebih memahami industri penerbangan.

SIA juga berkolaborasi dengan empat seniman dan pematung terkemuka yang berbasis di Singapura, yaitu Baet Yeok Kuan, Kumari Nahappan, Sun Yu-Li, dan Yeo Chee Kiong, untuk membuat karya seni ritel unik dari suku cadang dan material pesawat seperti bilah pesawat, braket, dan badan pesawat.

Mr Yeoh Phee Teik, Senior Vice President Customer Experience, Singapore Airlines, mengatakan: “Kolaborasi dengan merek ritel yang berbasis di Singapura ini telah menghasilkan kreasi berbagai produk inovatif dan imajinatif, hampir seluruhnya menggunakan suku cadang dan material pesawat yang didaur ulang. Ini merupakan kesempatan langka bagi pelanggan SIA serta pecinta dunia penerbangan dari seluruh dunia untuk memiliki beragam produk unik ini dalam beberapa bulan mendatang.”

Mr James Quan, Pendiri, Bynd Artisan, mengatakan: “Kami merasa terhormat menjadi bagian dari Upcycling Project SIA. Ketika kami mendengar bahwa proyek ini akan menggunakan material dari pesawat komersial dan akan dibuat menjadi produk lifestyle sehari-hari, kami yakin bahwa kami harus berpartisipasi dan menciptakan sesuatu yang baru dari material ini.”

Mr Joseph Lor, Chief Executive Officer, Tocco Toscano, mengatakan: “Kami senang dapat bermitra dengan Singapore Airlines dalam proyek yang penuh manfaat dan kreatif ini. Kolaborasi ini telah memberi kami kesempatan untuk menjadi bagian dari inisiatif daur ulang yang lebih besar, sambil menambah keragaman produk-produk kami.”

Saurabh Mangla, Pendiri ipse ipsa ipsum, mengatakan: “ipse ipsa ipsum dengan bangga mempersembahkan kolaborasinya dengan Singapore Airlines, di mana kelas dan keanggunan berpadu dengan warisan dan keterampilan. Dalam proyek yang menarik ini, kedua perusahaan bekerja sama menggunakan kembali dan mendaur ulang material tersebut menjadi produk yang unik melalui kreativitas dan inovasi. Nantikan waktunya di mana kami akan mengungkap koleksi eksklusif ini.” 

Ms Li Ying, Pendiri dan Seniman, Ying The Label, mengatakan: “Merupakan suatu kehormatan bagi kami dapat bekerja sama dengan Singapore Airlines untuk mendaur ulang suku cadang dan material pesawat, serta memadukan kain dari Ying The Label, dan mengubahnya menjadi produk yang unik. Perjalanan dari proses pembuatan ini menjadi sangat berarti, karena kedua belah pihak berkolaborasi untuk menciptakan produk, dan menggabungkan fungsionalitas dan sedikit sentuhan yang menyenangkan. Saya sangat bersemangat untuk meluncurkan proyek ini!” (ist)