Simantri Terbukti Mampu Tingkatkan Pendapatan Gapoktan 

(Baliekbis.com), Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Provinsi Bali, IB Wisnuardhana saat peresmian Gedung Sekretariat Simantri 174 Lukluk yang sekaligus sebagai Sekretariat Asosiasi Simantri Bali, Senin (30/4), mengatakan semenjak dilaksanakannya program Simantri, terjadi peningkatan rata-rata pendapatan anggota gapoktan dua kali lipat. Hal ini didasarkan pada hasil survey yang dilakukan Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Bali yang menyatakan pendapatan anggota Simantri rata-rata naik dua kali lipat.

Wisnuardhana menjelaskan, Simantri yang mulai dibangun sejak 2009 sampai dengan April 2018 sudah terbangun 752 unit Simantri tersebar di seluruh Bali. Berbagai keberhasilan sudah dicapai, yang mana tujuan akhirnya terjadi peningkatan pendapatan bagi petani pengelola Simantri. Selain dari sisi pendapatan, kemajuan lainnya yaitu pelestarian plasma nuftah Sapi Bali menunjukkan perkembangan yang sangat baik. Pupuk organik yang dihasilkanpun sudah bisa digunakan petani Bali, ini dalam rangka pengembangan pertanian organik, dan keberadaan Simantri sangat berkontribusi untuk hal itu. “Keberhasilan ini juga ditunjukkan oleh penghargaan yang diterima Simantri dari Kementerian ESDM yaitu Energi Prabawa dan dari Kementerian PAN RB dengan penghargaan Top 99 Inovasi Pelayanan Publik. Harapan kita kedepan kita dapat sinergikan dengan pariwisata, karena sudah banyak Simantri-Simantri yang sudah menjadi obyek pariwisata dengan produk organiknya,” katanya.

Ditambahkannya, keberhasilan ini tidak terlepas dari peran ketua yang memiliki inovasi, transparan dan akuntabel bersama para pendamping yang memiliki moto ‘Inovasi Tiada Henti’. Sebagai contoh, Simantri 174 Gapoktan Dharma Pertiwi Kelurahan Lukluk, Mengwi, Badung ini yang sudah tujuh tahun berdiri mampu berkembang dengan pesat dan mensejahterakan anggotanya. “Hari ini kita meresmikan Sekretariat Simantri 174 Gapoktan Dharma Pertiwi Lukluk, dan sekaligus Sekretariat Asosiasi Simantri Bali. Ini juga salah satu keberhasilan Simantri ini, telah berhasil menjual pupuknya sehingga mampu membangun secara swadaya. Bahkan menurut laporan sudah mempunyai aset tanah,” ujarnya.

Ketua Gapoktan Dharma Pertiwi, I Gusti Ketut Susilabawa menjelaskan,  Kantor Sekretariat Asosiasi Simantri Bali ini dibangun murni dari swadaya pendapatan Simantri 174 dengan biaya sebesar Rp 80 juta. Berdiri sejak tahun 2009, mendapat program Simantri pada tahun 2011. Sejak beroperasi pada tahun 2012 telah banyak kemajuan yang diraih sehingga Simantrinya mendapatkan Juara II pada lomba Simantri se-Bali. Untuk itu pihaknya bersama pengurus berkesempatan ke Thailand untuk mengikuti study banding. Simantri 174 dikelola oleh Kelompok Tani Padang Luwih yang beranggotakan 21 orang, sedangkan anggota Gapoktan seluruhnya mencapai 124 orang.

Menurut Gusti, perkembangan Simantri cukup lumayan. Sampai saat ini sudah mampu memproduksi pupuk padat dan cair. Khusus pupuk padat, diolah di dua lokasi dengan kapasitas produksi 5-10 ton per hari.

Produksi pupuk organik disalurkan untuk keperluan anggota, kemudian kelebihannya disalurkan ke subak-subak se-Bali, hotel, dan stand-stand bunga. Gusti berharap pemerintah akan tetap melakukan pembinaan ke Simantri sehingga program ini tetap berkelanjutan. Untuk pemasaran pupuk pihaknya juga berharap dapat ditingkatkan lagi melalui penambahan kuota subsidi pupuk organik. (sus)