Simakrama dengan AMPB, Gubernur Paparkan Penataan Infrastruktur, Lingkungan hingga Buah Lokal

(Baliekbis.com), Gubernur Bali Dr. Ir. I Wayan Koster, MM didampingi Ketua PHRI/BPPD Badung, IGAN Suryawijaya, SE,MM, melakukan simakrama dengan tokoh pariwisata yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pariwisata Bali (AMPB), Rabu (28/11) Nopember di Legian Beach Hotel, Legian Kuta.

Simakrama diawali dengan perkenalan semua peserta oleh Ketua AMPB yang sekaligus menjadi moderator acara. Banyak masukan yang disampaikan AMPB kepada Gubernur seperti
masterplan pembangunan kepariwisataan Bali, infrastruktur, persoalan sampah, kemacetan, persoalan moratorium pembangunan akomodasi, transportasi dan termasuk praktik jual beli kepala. Langkah penertiban praktik pariwisata oleh Gubernur Koster mendapat apresiasi dari AMPB.

Kemudian dilanjutkan dengan pemaparan oleh Gubernur terkait dengan berbagai langkah yang akan dilakukannya di bidang pariwisata sesuai visi “Nangun Sat kertih Lokha Bali” seperti pembangunan infrastruktur yang terintegrasi terutama transportasi baik darat, laut dan udara termasuk short cut yang sudah dimulai dengan ground breaking. Penataan lingkungan Bali baik sungai, danau, dan laut. Pengembangan energy yang ramah lingkungan. Pengelolaan air untuk mengurangi pembuatan sumur bor. Pembangunan lapangan udara di Bali Utara untuk pemerataan pembangunan kepariwisataan di Bali.

Sementara masih menunggu finalisasi dari tim ahli Gubernur Bali terkait ragulasi atau aturan untuk tata kelola beberapa aspek dalam menata Bali ke depan. Seperti Peraturan Gubernur terkait penggunaan buah lokal di hotel hotel dan restaurant, pengurangan penggunaan produk plastik sekali pakai.

Pada kesempatan simakrama ini juga secara khusus dibacakan beberapa masukan dari DPP Asita Divisi Tiongkok terkait pasar Tiongkok. Disebutkan bahwa penurunan wisatawan ke Bali bukan diakibatkan oleh penutupan toko-toko sovernir. Dengan tutupnya toko-toko itu keluhan wisatawan yang datang ke Bali akan berkurang dan secara perlahan pasar Tiongkok di Bali akan kembali normal. Penuruan kedatangan wisatawan Tiongkok datang ke Bali karena penurunan ekonomi Tiongkok. Hal ini mengacu pada pernuruan yang terjadi di Menado dan Rusia.

Hal lain juga karena pemberitaan yang terkait kejadian Lion Air di Tiongkok disamping karena memang November sampai pertengahan Desember adalah low season. ASITA DPP Tiongkok dan AMPB mendukung kebijakan Gubernur menegakkan aturan dalam menata toko-toko souvernir. Semua masukan dan point point permasalahan yang dihadapi para tokoh ini yang disampaikan dalam bentuk surat resmi kepada Gubernur Bali yang secara langsung diserahkan oleh Ketua AMPB. Dr. I Gusti Kade Sutawa. Hadir dalam simakrama tersebut Ketua AMPB Dr. I Gusti Kade Sutawa, SE, MBA, MM, Penasehat AMPB I Gede Wirata, Putu Antara, Panudhiana Khun, Agus Wiyasa Pande, Agus Mahausada, dan beberapa anggota AMPB.

Hadir juga Ketua Paiketan Krama Bali Dr. Ir. A.A. Suryawan Wirantha, M.Sc yang didampingi oleh Pembina Paiketan Krama Bali Ida Rsi Wisesanatha, Executive Direktur Paiketan Krama Bali I Nyoman Mertha, dan beberapa anggota PKB. Juga hadir Ketua Bali Villa Association, Drs. I Gede Ricky Sukarta, MBA, Wakil Ketua Umum DPP Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) I Made Ramia Adnyana, SE, MM, CHA, Perwakilan Bali Hotels Association, Ketua Divisi Tiongkok Dewan Pimpinan Pusat Asita Heri Sudarto, Eddy Sunyoto dan Candra Salim. Turut hadir beberapa tokoh dari industri seperti Singapore Airlines, Febi Indah, Perwakilan STP Bali Dr. Eka Mahadewi, M.Par, CHE, serta tokoh lainnya. (ram )