Semarak Denfes 2016

(Baliekbis.com), Denpasar Festival dari tahun ketahun pelaksanaanya menjadi hal yang dinanti-nanti masyarakat dan para wisatawan domestik maupun mancanegara. Dari pembukaan berbagai pameran, kuliner, produk tekstil, pagelaran budaya, dan sebagai puncak kreativitas masyarakat Kota Denpasar yang dilakukan Walikota Denpasar I.B Rai Dharmawijaya Mantra dan Wakil Walikota I GN Jaya Negara pada 28 Desember lalu tak pernah sepi pengunjung.

Tahun ini penampilan Denfes terus terasa berbeda karena penataan sonasi mengalami perubahan. Penonton yang datang setiap hari terus membludak, tidak hanya masyarakat Denpasar, juga wisatawan domestik bahkan wisatawan asing yang ikut berdesakan di arena Denfes. Spot-spot menarik setiap pojok areal Denfes juga tertata baik dan menjadi hal menarik untuk mengabadikan moment spesial masyarakat saat berkunjung di Denfes. Enam panggung hiburan juga tersedia yang tak terlepas dari ruang akses kreativitas bagi para komunitas kreatif dan Usaha Kecil Menengah Kota Denpasar.

Prosesi Parade Budaya pembukaan Denfes lewat inagurasi Astabrata Padmaksara saat parade pembukaan Denfes Ke-9 yang mengungkapkan Sang Rama sebagai sumber kekuatan luar biasa dalam membangun sumber daya manusia. Dalam wujud penampilan inagurasi ini dengan berbagai warna-warna simbul dari kekuatan Rama tersebut. Melalui Dinas Kebudayaan Kota Denpasar pelaksanaan parade budaya dan prosesi melepas Matahari 2016 tahun ini dimeriahkan dengan pawai Bhineka Tunggal Ika dipersembahkan untuk masyarakat Kota Denpasar. Sejak pagi hari kawasan Catur Muka menjadi arena sentral kegiatan prosesi melepas Matahari 2016 yang diawali dengan Parade Marching Band dan pada sore harinya parade Bhineka Tunggal Ika melibatkan 200 Seniman Kota Denpasar yang juga melibatkan sanggar-sanggar tari, mulai dari usia PAUD hingga dewasa.

Menurut koordinator pawai, Nyoman Suarsa mengatakan prosesi inagurasi dimulai sejak pagi dan pada sore harinya tepat pukul 06.00 sore harinya akan digelar parade Bhineka Tunggal Ika yang melibatkan enam jenis tarian. Yakni Bali, Betawi, Sulawesi dengan Tarian Piring, Kalimantan, Papua Tarian Berburu, dan Tarian Papakarena. Akhir penampilan akan dilakukan penyulutan api obor yang diletakan diempat titik Patung Catur Muka yang dilakukan Walikota Rai Mantra. “Penyulutan Api ini memberikan makna letupan semangat kepada masyarakat Kota Denpasar untuk menyongsong hari esok lebih baik lagi,” ujar Yangpung sapaan akrabnya.

Dari sulutan api diikuti dengan menghidupkan air mancur Patung Catur Muka yang juga memberikan makna kesejukan kepada masyarakat. Memberikan penampilan yang apik kepada masyarakat kostum parade juga telah disiapkan dengan baik bersama para seniman Denpasar. Lewat keberagaman kostum ini juga memberikan sebuah makna keberagaman masyarakat Kota Denpasar secara bersama-sama menyongsong semangat hari esok lebih baik lagi. Yangpung mengharapkan penampilan hari ini dapat memberikan suguhan kreativitas kepada masyarakat serta tak terlepas dari makna kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan di Kota Denpasar sesuai dengan harapan kita bersama. (pur/ist) 

Leave a Reply

Berikan Komentar

%d blogger menyukai ini: