Selamatkan Telor Penyu, Made Kikik: Saya Berebut dengan Anjing

(Baliekbis.com), Perjuangan I Made Kikik untuk menyelamatkan penyu di wilayahnya kawasan Pantai Saba tidak ringan. Bahkan ia mengaku kerap harus berebut dengan anjing yang suka memakan telor penyu di pantai.

“Saya sering berebutan dengan anjing saat menyelamatkan telor-telor penyu. Sebab anjing suka memakan telor penyu. Kami sering kalah karena anjing memiliki penciuman yang lebih tajam,” jelas Kikik, Ketua Kelompok Saba Asri menceritakan pengalamannya, Kamis (1/11) di sela-sela pelepasan 200 ekor tukik di pantai Saba Gianyar.

Dalam pelepasan itu juga hadir GM PT Indonesia Power Unit Pembangkitan Bali IGAN Subawa Putra. PT Indonesia Power melalui CSR-nya membantu upaya penyelamatan penyu yang dilakukan kelompok Saba Asri.

Nelayan pantai Saba ini menceritakan awal penyelamatan itu sekitar 2007 silam. Saat itu ia melihat banyak anjing berebut memakan telor penyu. Karena peduli, ia lantas menyelamatkan telur-telur penyu yang ada di kawasan berpasir hitam itu. “Saya bahkan membeli kalau ada warga yang membawa telur penyu. Harganya Rp3 ribu per butir,” ungkapnya.

Dalam perjalanannya, Kikik mengaku awalnya semua dilakukan sebagai kepedulian terhadap satwa langka itu. Telor yang dia kumpulkan ditetaskan dalam wadah sterofoam. Ternyata hasilnya bagus. Dari sanalah ia kemudian bersama rekannya lebih luas lagi melakukan penyelamatan hingga membuat kelompok Saba Asri di tahun 2014. Kini di tempat penangkaran itu ada sekitar 2 ribu tukik yang dipelihara.

Menurut Kikik, dengan jumlah tukik yang cukup banyak itu ia kini kelabakan dalam pemberian makanan. Sebab tukik-tukik itu harus diberi makan tuna yang harganya cukup mahal. “Yang bagus sebenarnya udang, tapi karena mahal kami gantikan dengan tuna,” jelas Kikik seraya berharap ada uluran tangan berbagai pihak termasuk pemerintah setempat untuk membantu. Saat ini untuk biaya operasional pemeliharaan tukik-tukik itu, Kelompok Saba Asri mengandalkan donasi dari pengunjung. GM PT Indonesia Power Unit Pembangkitan Bali IGAN Subawa Putra mengatakan penyelamatan penyu ini sangat penting dan sejalan dengan Tri Hita Karana untuk menciptakan keseimbangan. (bas)

Leave a Reply

Berikan Komentar

%d blogger menyukai ini: