Sebagian Pengungsi Pilih Bertransmigrasi

(Baliekbis.com), Kondisi Gunung Agung yang masih dianggap berbahaya oleh sebagian warga yang kini mengungsi di berbagai tempat di Bali membuat mereka ragu untuk kembali ke kampung halamannya. Meski pemerintah telah mengeluarkan pernyataan terbaru kalau status Gunung Agung sudah turun dari Awas menjadi Siaga.

“Sebagian warga masih ragu sehingga mereka tetap bertahan di posko pengungsian,” ujar Koordinator Posko Pengungsi  Kesambi, Kadek Kanda belum lama ini. Namun sebagian warga pengungsi juga sudah ada yang meninggalkan posko setempat. Menurut Kanda ada sejumlah alasan mereka meninggalkan posko seperti tinggal di tempat keluarga agar bisa sambil bekerja. Dikatakan juga ada warga tak mau kembali ke desanya karena ingin bertransmigrasi. “Ya ada lima orang warga Sebudi  di tempat ini yang mengatakan akan bertransmigrasi. Mereka mengaku ke Sulawesi, tapi dimana tepatnya secara pasti saya belum tahu,” tambah Kadek Kanda yang juga Klian Banjar Kesambi Denpasar itu.

Kadek Kanda (kiri).

Di Posko Kesambi saat ini masih tinggal 116 warga dari Karangasem. Sebelumnya tercatat 220 warga, namun belakangan ini sebagian sudah tak lagi di posko. Kanda tak bisa memastikan apa mereka akan kembali lagi. “Kami siap menerima warga sampai kapan pun di sini kalau belum bisa kembali ke desanya,” ujarnya. Sementara itu Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra saat mengunjungi posko pengungsian yang ada di Denpasar sehari jelang Galungan mengajak warga tetap tabah meski belum bisa merayakan hari Galungan di kampungnya. “Silakan warga beraktivitas di sini. Kalau mau ngelawar nanti disiapkan bahan-bahannya,” tambah Rai Mantra seraya menyerahkan sejumlah dana untuk warga agar bisa dimanfaatkan untuk berhari raya. Rai Mantra dalam tatap muka dengan  warga menekankan agar pendidikan anak-anak jangan sampai terhambat. “Pendidikan ini sangat penting, jadi semua harus tetap bisa belajar,” tegasnya seraya minta jajarannya agar memperhatikan hal itu dengan baik. Kedatangan orang nomor satu di Denpasar itu disambut hangat warga dan penuh keakraban. (bas)