Sari Galung: Penting Pendidikan Politik untuk Pemberdayaan Perempuan

(Baliekbis.com),Perempuan memiliki peran penting ikut memberikan pemahaman dan persepsi dalam pembangunan demokrasi. Untuk itu pendidikan politik bagi perempuan merupakan hal yang harus dilaksanakan sebagai bentuk pemantapan pilar-pilar demokrasi.
Demikian disampaikan Calon Anggota Legislatif DPRD Provinsi Bali No.1 dari PDI Perjuangan Ni Wayan Sari Galung, S.Sos., Minggu (20/1) di Denpasar.

Menurut Sari Galung, kesetaraan gender dan mendorong kaum perempuan untuk berperan aktif dalam setiap platform pembangunan harus dilakukan. Sebab diakui, saat ini peran perempuan masih minim terutama setelah merambah area politik. “Untuk itu perlu ditingkatkan terus kemampuan perempuan sehingga mampu bersaing. Terlebih lagi komposisi penduduk antara laki-laki dan perempuan hampir seimbang. Namun komposisi perempuan khususnya di politik (legislatif) masih sedikit. Padahal banyak hal yang perlu diperjuangkan untuk lebih memberi peran bagi perempuan,” ujar istri Nyoman Nerka (Nyoman Tompel) yang juga pengusaha ini.

Untuk itu pelatihan berpolitik tambahnya perlu secara berkesinambungan dilakukan. Sehingga akan lebih meningkatkan peran serta perempuan di berbagai bidang. Sebagaimana diketahui, dalam undang undang, perempuan diberi ruang minimal 20 persen dalam mengisi kursi di legislatif. Namun realitasnya, perempuan yang berhasil duduk di dewan sangat sedikit. Padahal kalau kehadiran perempuan bisa bertambah, sudah tentu akan lebih banyak kebijakan membela perempuan bisa diperjuangkan lewat lembaga ini.

Dari sisi lain, Anggota Legislatif Kota Denpasar periode 2009-2014 ini punya perhatian khusus bagi Kelurahan Serangan yang berada di Denpasar Selatan. Pasalnya berbagai potensi banyak bisa digali dari sebuah pulau yang luasnya mencapai 4,81 km persegi ini. Serangan, menurut Sari Galung memiliki potensi besar di bidang pariwisata, perikanan, perdagangan, kelautan serta pengembangan sumber daya alam. Menurutnya perlu pemetaan kembali potensi ekonomi yang bisa digarap dari Serangan sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.

Wanita yang selalu berpenampilan sederhana ini menambahkan untuk bisa memajukan Serangan salah satunya dengan mengembangkan sumber daya manusia yang menjadi kunci dari pembangunan itu sendiri. Keterbukaan dan perubahan pola pikir (mindset) dalam pembangunan bisa membantu pembangunan Serangan ke depannya.

“Keterbukaan itu sangatlah penting, apalagi Serangan menjadi salah satu tujuan wisata yang ada di Kota Denpasar, tentu diperlukan infrastruktur yang memadai,” katanya, sembari menyampaikan awalnya kehidupan masyarakat Serangan adalah sebagai nelayan, namun seiring berjalannya waktu banyak yang beralih ke sektor pariwisata. “Artinya yang terjadi saat ini adalah bagaimana sektor perikanan/kelautan mampu menunjang industri pariwisata Serangan,” imbuhnya.

Ia berharap masyarakat tidak meninggalkan jati dirinya sebagai nelayan, namun bisa bertransformasi menghadapi perubahan yang begitu cepat dan bagaimana menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri bukan sebagai penonton. “Sekarang di seputar Serangan sudah banyak dibangun rumah makan, restoran bahkan sarana pariwisata yang bernafaskan bahari. Tinggal sekarang bagaimana membangunnya menjadi lebih baik lagi,” tutupnya. (ist)