Ruang Publik di Denpasar, Tini Gorda: Patut Jadi Contoh untuk Bali

(Baliekbis.com), Keberadaan ruang publik khususnya di perkotaan sangat vital dan esensial bagi masyarakat. Selain sebagai ruang berkreasi dan melepas penat, ruang publik juga menjadi wahana berolahraga dan berekspresi mengasah minat dan bakat. Ketua Yayasan Perdiknas Dr. AAA Ngurah Tini Rusmini Gorda SH.,MH.,MM., mengatakan hal itu, Minggu (17/6) di sela sela acara Senam Selamat Pagi serangkaian Festival Bali Salam 2 Jari di Lapangan Lumintang Denpasar, Minggu (17/6). Bicara soal ruang publik, Denpasar memang menjadi kiblat untuk Bali. Di bawah kepemimpinan Walikota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra yang kini maju sebagai Calon Gubernur Bali nomor urut 2, ruang publik di Denpasar terus bertambah baik dari sisi kuantitas maupun kualitas.

Menurut Tini Gorda keberhasilan di Denpasar menjadi modal yang kuat bagi Rai Mantra untuk mendorong memperbanyak hadirnya ruang-ruang publik di seluruh Bali. “Ruang publik di Denpasar akan menjadi contoh dan bisa menyebar ke seluruh Bali. Saya yakin Pak Rai Mantra mampu mewujudkan Bali lebih baik,” kata tokoh perempuan yang akrab disapa Tini Gorda. Menurut Tini Gorda keberadaan ruang publik khususnya di perkotaan sangat vital dan esensial bagi masyarakat. Selain sebagai ruang berkreasi dan melepas penat, ruang publik juga menjadi wahana berolahraga dan berekspresi mengasah minat dan bakat.

Contohnya Youth Park di areal Lapangan Lumintang Denpasar. Kawasan ini menjadi ruang bersosialisasi generasi muda dan komunitas kreatif di Denpasar. Dilengkapi pula tempat pameran pecinta dan penghobi fotografi. Contoh lain penataan Lapangan Puputan Badung (Lapangan I Gusti Ngurah Made Agung) yang dilengkapi fasilitas olahraga dan fitnes dan ada pula tempat untuk bermain catur dan lain-lain. Dalam konteks ruang publik untuk pelajar dan masyarakat umum, ada pula Rumah Pintar di Jalan Kamboja, Kreneng, Denpasar. Dilengkapi dengan akses WiFi berkecepatan tinggi dan ruangan yang nyaman, tempat ini menjadi ruang yang asik dan menyenangkan untuk belajar dan membuat tugas-tugas sekolah maupun kuliah atau sekadar untuk browsing gratis.

“Jadi saya rasa ruang publik di Denpasar sudah cukup lengkap. Berbagai aktivitas untuk menyeimbangkan otak kiri dan otak kanan sudah terfasilitasi,” tegas Tini Gorda. Belum lagi yang cukup fenomenal adalah keberadaan penataan Tukad Badung di dekat are Pasar Badung dan Pasar Kumbasari yang terinspirasi Sungai Cheonggyecheon yang menjadi ikon Kota Seoul, Korea Selatan. Saking indah dan uniknya Tukada Badung ini yang menyerupai sungai-sungai di Korea maka disebut sebagai Tukad Korea dan menjadi primadona baru warga Denpasar.

Menurut Tini Gorda sungai ala Korea tersebut terlihat menarik perhatian warga yang melihat dari pinggir sungai. Penataan yang apik dengan lekukan pinggiran sungai, ditambah air mancur yang dipasang di sisi-sisi jembatan penghubung pasar Badung dan pasar Kumbasari tersebut terlihat indah. Bahkan, lampu yang terpasang berwarna-warni juga menarik untuk dijadikan ajang selfie bagi kaum muda. “Pasangan nomor dua Mantra-Kerta bisa mendorong penataan sungai seperti Tukad Badung ini ke seluruh Bali. Saya yakin sungai-sungai di Bali akan menjadi ruang rekreasi dan edukasi yang menarik,” tandas Tini Gorda yang juaa Ketua Umum BKOW (Badan Kerjasama Organisasi Wanita) Provinsi Bali itu. (nwm)