RSUP Sanglah Siap Layani Pasien Wisata Medis

(Baliekbis.com),Rumah Sakit Sanglah sudah mulai melakukan pelayanan untuk pasar wisata medis. Demikian dikatakan Direktur Pelayanan Medik, Keperawatan dan Penunjang RSUP Sanglah, Dr dr Ketut Ariawati SpA (K), Minggu (3/10).

Dikatakan meskipun secara resmi belum di-launching, namun pelayanan untuk pasar wisata medis di Bali saat ini sudh mulai dikerjakan. “Salah satunya adalah pelayanan operasi bedah jantung, treatment ini sudah dilakukan sejak beberapa waktu lalu di RSUP Sanglah,” jelasnya.

Adapun alasan kenapa RSUP Sanglah sudah melakukan pelayanan untuk pasar wisata medis karena Instalasi Bedah Jantung yang dimiliki RSUP Sanglah saat ini menjadi salah satu fasilitas untuk melakukan tindakan bedah jantung terlengkap untuk wilayah Indonesia Timur.

Bahkan diakui dr. Ariawati, saat ini RSUP Sanglah, menjadi salah satu rumah sakit rujukan untuk penanangan pasien bedah jantung di Indonesia. “Kami bekerja sama dengan RS Jantung Harapan Kita untuk penanganan pasien jantung, sehingga pasien bedah jantung dari RS Harapan Kita bisa dirujuk dan kami tangani di RSUP Sanglah,” lanjutnya.

Selain layanan bedah jantung, untuk menggarap pasar wisata medis ini, RSUP Sanglah juga memiliki beberapa layanan lain, seperti layanan dermatologi dan Klinik Kecantikan serta layanan Kesehatan Ibu dan Anak.

Untuk layanan klinik kecantikan sendiri, selain melayani konsultasi penyakit kulit, RSUP Sanglah dikatakan juga memiliki layanan operasi plastik untuk estetika. “Termasuk juga prosedur bariatrix untuk menunjang penampilan,” ungkapnya.

Terkait kesiapan Provinsi Bali dalam mendukung wisata medis ini, Ketua BMTA (Bali Medical Tourism Association), dr. I Gede Wiryana Patra Jaya, M.Kes., menyebutkan sampai saat ini sudah ada 14 Rumah Sakit di Bali yang menyatakan siap mendukung program wisata medis ini.

“14 Rumah Sakit ini terdiri dari rumah sakit swasta dan rumah sakit daerah yang ada di Bali. Selain dari sisi sarana dan prasarana, 14 RS ini juga sudah terbiasa dalam melayani pasien internasional, baik itu ekspatriat yang tinggal di Bali, ataupun wisatawan asing yang datang ke Bali,” jelasnya. (ist)