Reses Dr. Mangku Pastika, M.M.: Kembangkan Desa Wisata Berdayakan Potensi Puri

(Baliekbis.com), Puri sebagai tempat tinggal raja zaman dulu memiliki banyak keunikan dan peninggalan budaya yang sangat menarik. Karena itu peran puri dalam pengembangan desa wisata sangat strategis bagi pemberdayaan ekonomi sekaligus langkah melestarikannnya.

“Dulu waktu saya menjabat Gubernur bercita-cita merintis One Day Tour di sini mulai dari puri, pura, pasar lalu ke Tukad Petanu dan mengunjungi pertanian (Simantri- Sistem Pertanian Terintegrasi),” ujar Anggota DPD RI Dr. Made Mangku Pastika,M.M. saat dialog dengan narasumber tokoh Puri Ageng Blahbatuh A.A. Kakarsana dan tim bertempat di Puri Ageng
Blahbatuh, Selasa (22/2).

Dialog dengan tema “Perintis Desa Wisata Puri Ageng Blahbatuh” dipandu Tim Ahli Nyoman Baskara didampingi Ketut Ngastawa dan Nyoman Wiratmaja. Menurut Mangku Pastika ketertarikan wisatawan dengan peninggalan para raja yang ada di puri (istana) sangat besar.

Dicontohkan Beijing yang mengemas istana dengan baik, modern tanpa meninggalkan budaya dan tradisinya memberikan kontribusi yang sangat besar. Selain ekonomi berkembang juga bisa sekaligus melestarikan peninggalan yang ada. “Jadi kalau orang mau melihat peninggalan leluhur yaa datang ke tempat (puri) ini,” jelas mantan Gubernur Bali dua periode ini.

Tokoh Puri Ageng Blahbatuh A.A. Kakarsana

Keyakinan pengembangan puri sebagai tempat wisata menurut Mangku Pastika ditindaklanjuti ketika menjadi gubernur dengan mengirim staf ke Beijing untuk melihat langsung pengelolaan istana.

“Saat itu saya biayai staf ke Beijing karena ingin agar puri tetap lestari. Karena orang (wisatawan) juga ingin mengetahui dan merasakan bagaimana kehidupan para raja-raja, mendapatkan pelayanan seperti raja. Seperti apa tempat tidurnya, tata cara makannya. Yang dibuat modern kamar mandinya. Jadi ini bisa dijual,” ujar Mangku Pastika.

Ditambahkan, sebagian dari puri bisa dikemas seperti itu. “Saya pernah mengalami itu. Hidup seperti ‘raja’ dengan tetap menghargai budaya. Jadi cara ini bisa untuk merawat dan melestarikan puri agar lebih baik,” pungkasnya.

Sementara A.A. Kakarsana mengatakan dalam kondisi sekarang upaya merawat dan melestarikan peninggalan budaya di puri yang luasnya 4 hektar lebih ini memang cukup berat.

Padahal Blahbatuh memiliki banyak potensi baik kesenian, keindahan alam serta sejarah tokoh Kebo Iwo yang dikenal pengabdiannya yang luar biasa. Kebo Iwo saat itu banyak membantu petani dan masyarakat. “Saya berharap semoga bisa mengadopsi apa yang telah dilakukan Kebo Iwo untuk memajukan masyarakat,” ujar Kakarsana.

Ke depan, ia berharap dari berbagai masukan bisa mengangkat kembali potensi Blahbatuh. “Kami sudah ketemu tim ahli untuk rencana pengembangan museum raja-raja Bali dalam bentuk museum hidup. Puri juga punya program kebersihan lingkungan terkait penanganan sampah,” jelas Kakarsana. (bas)