Reses Dr. Mangku Pastika, Kepala Bappeda: Pembangunan Infrastruktur Strategis Tetap Dilanjutkan

(Baliekbis.com), Anggota Komite II DPD RI Dr. Made Mangku Pastika,M.M. mengatakan pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini menyebabkan perekonomian merosot, bahkan pendapatan Bali mulai kedodoran.

“Meski demikian kita harus tetap optimis karena kondisi Bali sejatinya masih lebih baik daripada daerah lain yang mengalami berbagai masalah seperti banjir dan bencana lainnya. Penghasilan Provinsi Bali juga masih ada, orang Bali taat bayar pajak seperti menyamsat kendaraan dan lain-lain,” ujar Mangku Pastika dalam kegiatan reses menyerap aspirasi masyarakat via Vidcom, Selasa (13/10).

Kepala Bappeda Bali 

Kegiatan vidcom yang dipandu Tim Ahli Nyoman Wiratmaja, Ketut Ngastawa dan Nyoman Baskara menghadirkan narasumber Kepala Bappeda Bali dan dari Dinas Sosial, Permberdayaan dan Perlindungan Anak Prov. Bali.

Mangku Pastika mengatakan selain pendapatan daerah, Bali masih mendapat suntikan dana dari APBN dan bantuan sosial lainnya yang akan sangat berguna bagi masyarakat di tengah kondisi sulit saat pandemi saat ini. “Pemerintah Pusat sesungguhnya sangat peduli dan juga berharap dari Bali. Sebab kalau Bali hidup, yang lain juga hidup. Jadi Bali punya pengaruh besar menarik gerbong yang lain,” jelas mantan Gubernur Bali dua periode ini.

Karena itu optimisme, semangat, kerja keras dan kerja cerdas perlu terus dibangun. Perencanaan yang cermat dan smart harus dilakukan. “Dengan perencanaan yang baik berarti sama dengan 50 persen keberhasilan,” ujarnya.

Memang diakui perencanaan tak menjamin seratus persen. “Kalau dulu saat menjabat Gubernur kita bisa buat perencanaan untuk sepuluh tahun ke depan. Sekarang kondisinya berbeda, segalanya cepat berubah dan dampaknya kemana-mana,” jelasnya.

Meski demikian sesuai dengan tugasnya selaku DPD yang menyerap aspirasi untuk diperjuangkan ke pusat, Mangku Pastika berharap Pemerintah Bali terus berupaya sebab pusat sangat peduli Bali. Bahkan Bali merupakan satu dari 10 provinsi yang mendapat prioritas dalam penanggulangan dampak Covid-19 ini.

Mangku Pastika mencontohkan dalam pengembangan energi baru terbarukan tenaga surya, Bali dapat sampai 90 titik dari 800 yang diperebutkan 34 provinsi. “Kita sempat diprotes daerah lain karena dapat banyak. Demikian halnya bantuan di sektor pertanian,” jelas mantan Kapolda Bali ini.

Sementara Kepala Bappeda Provinsi Bali Wayan Wiasthana Ika Putra mengatakan di tengah pandemi ini memang banyak proyek yang mengalami penyesuaian.

Ika mengakui anggaran di tahun 2020 ini memang mengalami penurunan. Meski demikian kegiatan pembangunan Infrastruktur strategis tetap dilanjutkan.

Seperti pembangunan shortcut, pelabuhan segitiga emas, pembangunan di Besakih serta sekolah. Bahkan rencana pembangunan bandara di Bali Utara tengah diproses di pusat. “Jadi kalau kurang di tahun ini, nanti dilanjutkan pada 2021,” jelasnya. (bas)