Rektor IHDN Denpasar Kukuhkan Sang Istri Jadi Guru Besar

(Baliekbis.com), Rektor IHDN (Institut Hindu Dharma Negeri) Denpasar Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si., mengukuhkan satu guru besar baru yakni Prof. Dr. Dra. Relin D.E., M.Ag.,di aula kampus IHDN Denpasar, Jalan Ratna, Denpasar, Rabu (12/9). Menariknya, Prof. Relin merupakan istri tercinta Prof. Sudiana sehingga prosesi pengukuhan profesor ini ibarat momen “bulan madu kedua” sepasang profesor kampus Hindu ternama di Indonesia itu.

“Nanti ucapan terima kasih yang lain di rumah saja. Jangan di sini,” kata Prof. Sudiana di sela-sela sambutannya dengan nada setengah “menggoda” dan lirikan “mesra” ke arah Prof Relin.

Sontak selorohan spontan itu langsung disambut tepuk tangan riuh para undangan yang hadir. Mereka juga tampak bahagia menyaksikan sepasang “sejoli” bergelar profesor ini berada dalam satu panggung akademik dan prosesi “sakral” pengukuhan guru besar.

Dalam kesempatan ini, Prof. Dr. Dra. Relin D.E., M.Ag.,juga menyampaikan orasi ilmiahnya berjudul “Filosofi Hidup Manusia Jawa dalam Era Modernisasi”. Ia juga sempat membalas “godaan” suami tercinta Prof. Sudiana.

“Sepakat nanti di rumah dilanjutkan perayaannya,” kata Prof. Relin seraya terus mengumbar senyum dan tampak begitu ceria. Dalam sambutannya, Prof. Sudiana juga mengucapkan selamat kepada keluarga besar civitas akademik IHDN Denpasar. Sebab telah berhasil menambah daftar jumlah guru besar.

Di sisi lain, upacara pengukuhan guru besar ini memiliki makna ganda bagi IHDN Denpasar. Secara internal, pengukuhan ini menjadi salah satu ukuran kualitas sebuah perguruan. Semakin banyak dan cepat para dosen meraih guru besar, menandakan kehidupan akademik perguruan tinggi tersebut berlangsung sehat.

Secara eksternal, pengukuhan ini sangat strategis karena IHDN Denpasar kini memiliki positioning yang kuat dan setara dengan perguruan tinggi agama dan perguruan tinggi umum lainnya. “Kita menunggu kehadiran dosen yang lain untuk bergabung sebagai guru besar IHDN Denpasar,” kata Prof. Sudiana.

Mengingat pentingnya arti pengukuhan ini, pihaknya berharap upacara ini dapat memberi inspirasi kepada seluruh civitas akademik, khususnya para dosen untuk mengikuti seluruh jenjang akademik dan secara intersepsi membangun disiplin ilmu dengan penuh toalitas, dedikasi dan tanggung jawab ilmiah. Habituasi ini hanya akan terjadi jika seluruh civitas akademik secara konsisten mengembangkan atmosfer akademik.

“Astungkara, hanya dengan membangun kultur semacam ini, apa yang dikatakan Pierre Bourdieu, ahli ilmu sosial Perancis, kelak akan lahir para homo academicus IHDN Denpasar yang akan mencerahkan kehidupan masyarakat, agama, bangsa dan negara,” paparnya.

Dalam kesempatan ini, sambung Prof. Sudiana, segenap civitas akademika IHDN Denpasar telah bersama-sama menyaksikan salah seorang putri terbaik Hindu yang berlatarbelakang Hindu dari tanah Jawa menjadi homo academicus yang telah mencapai puncak tertinggi dan paripurna sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).

Terlebih jabatan akademik ini tidak diraih dengan jalan lapang, bahkan penuh onak dan duri. Ada proses yang sangat panjang dan berliku yang harus beliau hadapi dan rasakan. Hari ini, Prof. Relin menikmati napak tilas dari proses dan pengalaman hidup yang berharga itu.

“Pengukuhan hari ini hanyalah kompensasi dan bonus dari kerja keras yang tak pernah lelah itu. Sekali lagi, saya selaku Rektor IHDN Denpasar mengucapkan selamat,” ucap Prof Sudiana yang juga Ketua PHDI Bali itu. (wbp)

Leave a Reply

Berikan Komentar

%d blogger menyukai ini: