Rayakan Keheningan Nyepi di HARRIS Hotel Raya Kuta

(Baliekbis.com), Pulau Bali dikenal karena keramahan penduduknya, budaya, warisan dan pantai yang menawan serta sebagai salah satu pulau yang eksotis di dunia. Hanya dengan membayangkan sekilas saja tentang pulau ajaib ini dalam pikiran Anda, bisa membuat Anda berpikir untuk memesan penerbangan untuk liburan berikutnya.

Tahun ini untuk memperingati Day of Silence (Nyepi) atau tahun baru menurut kalender Bali yang akan jatuh pada tanggal 17 Maret 2018, HARRIS Hotel Raya Kuta yang terletak di Jalan Raya Kuta 83E, memberikan penawaran yang luar biasa hanya dengan Rp 1,050,000 nett untuk 3D2N menginap di HARRIS Room (atau dengan Rp 200,000 nett untuk 1 orang dewasa tambahan dalam kamar) termasuk sarapan setiap hari untuk 2 orang dan juga satu kali makan siang & makan malam prasmanan pada Hari Raya Nyepi.

HARRIS Hotel Raya Kuta juga memiliki Restaurant dengan nama Serai Padi Bistro yanmg mempunyai area indoor dan outdoor/teras untuk bisa menampung para pengunjung yang datang. Menyajikan berbagai masakan Nusantara seperti Ayam Garo, Sop Buntut, Sop Ikan Kakap, Mie Kuah, Nasi Goreng Jeruk Purut dan Empal Suwir. Juga tersedia Western dan Italian Menu seperti Pizza, Pasta, Beef Burger dan Tuna Sandwich. Selain itu, juga tersedia berbagai minuman segar, pilihan aneka kopi, teh dan juice yang mengundang selera dengan harga terjangkau.

Perayaan Nyepi adalah waktu yang sangat menarik di Bali karena menjelang tanggal acara khusus ini kita bisa menyaksikan sejumlah besar budaya Bali seutuhnya, seperti Festival Ogoh – ogoh yang sudah mendunia. Bagi kebanyakan orang, Nyepi penuh refleksi diri dan menahan diri – mengikuti aturan yang disebut Catur Brata Penyepian dimana tidak diperbolehkan adanya api atau lampu, pekerjaan atau kegiatan fisik, perjalanan dan bersenang-senang atau berbuat gaduh.

Tidak seperti penduduk Bali yang beragama Hindu yang biasanya berpuasa selama hari itu, Para wisatawan dapat masih melakukan hal-hal normal selama mereka tidak meninggalkan hotel. Ini adalah waktu yang tepat untuk melihat langsung bagaimana sebenarnya di Bali sebagai pulau yang dengan keheningan, sunyi senyap dari segala aktivitas dan rutinitas selama 24 jam.

Hal ini diyakini bahwa selama masa nyepi, umat Hindu di Bali akan memiliki dialog spiritual dengan Tuhan sendiri, nenek moyang dan sesama manusia dengan harapan keseimbangan, harmoni, kemakmuran dan perdamaian. Dumogi rahayu lan rahajeng sinamian. (ist)

Leave a Reply

Berikan Komentar

%d blogger menyukai ini: