Rakor Pengamanan Harga Bahan Pokok dan Hari Besar Keagamaan, Pelaku Penimbunan akan Ditindak Tegas

Rakor Pengamanan Harga Bahan Pokok dan Hari Besar Keagamaan, Pelaku Penimbunan akan Ditindak Tegas

(Baliekbis.com), Sejumlah bahan kebutuhan pokok mulai merangkak naik. Mengantisipasi terjadinya lonjakan harga, pihak terkait melakukan rapat agar pasokan dan harga stabil. Bahkan ditegaskan aparat akan menindak tegas dan tidak memberi ampun bagi pelaku yang melakukan penimbunan bahan pokok. Demikian terungkap dalam Rakor Pengamanan Harga Bahan Pokok dan Hari Besar Keagamaan, Rabu (5/12) di Kantor Disperindag Bali. Dalam rakor selain hadir Staf Ahli Bidang Perdagangan Jasa Kemendag RI Lasminingsih, juga distributor bahan pokok serta pihak terkait termasuk kepolisian.

Kadis Perindag Bali Putu Astawa dalam laporannya mengatakan stok bahan pokok dan harga-harga relatif stabil. Bahkan berdasarkan laporan Bulog, Bali memiliki stok beras cukup besar untuk dua tahun ke depan. Namun Astawa mengingatkan Bali memiliki cukup banyak hari raya sehingga kebutuhan daging cukup tinggi. “Seperti sekarang ini, jelang Galungan biasanya merupakan hari baik untuk upacara pernikahan sehingga permintaan daging ayam meningkat,” jelasnya. Akibatnya harga daging naik cukup signifikan. Kalau sebelum “selikur Galungan” yakni 21 hari sebelum hari raya Galungan harga daging cuma kisaran Rp36 ribu, kini jadi Rp40 ribu/kg.

Putu Astawa.

Menanggapi harga daging yang terus naik itu, Staf Ahli Bidang Perdagangan Jasa Kemendag RI Lasminingsih minta agar dilakukan upaya-upaya untuk mengantisipasinya. Juga harga bahan pokok lain yang mulai naik seperti telor dan komoditas musiman yakni cabe merah dan bawang. Sebab kalau harga naik, maka akan mempengaruhi permintaan. “Jadi pasokannya agar diperhatikan. Kalau daya beli turun akibat harga naik, maka pemerintah harus hadir untuk menjaga stabilitas harga,” jelasnya.

Dikatakan harga-harga harus terjangkau oleh masyarakat. Pemerintah dalam hal ini hanya buat harga acuan, sehingga masing-masing daerah beda harganya. “Yang penting tak jauh dari harga acuan,” jelas Lasminingsih seraya menambahkan inflasi tertinggi selama 5 tahun terakhir ini terjadi saat hari besar keagamaan.

Dari hasil sidak ke Pasar Kreneng dan Pasar Badung, Rabu (5/12) pagi, menurut Lasminingsih secara umum harga bahan pokok stabil. Namun ada beberapa yang cenderung naik seperti telor, cabe merah, ayam dan bawang merah. Namun ada juga yang turun seperti cabe ijo. Harga juga dipengaruhi oleh musim seperti komoditas cabe dan bawang.
Muklis, pedagang daging ayam di pasar Kreneng mengaku harga ayam naik antara Rp39 ribu hingga Rp40 ribu. Hal itu salah satunya disebabkan karena pasokan yang tidak lancar. “Kami sejak 10 hari ini dijatah ayamnya,” ujarnya. Harga telor ayam juga mulai naik. Wayan Mes, pedagang telor di Pasar Badung mengatakan harga telor naik dari Rp
38 ribu/krat jadi Rp40 ribu/krat.

Selain mengunjungi pasar tradisional, Staf Ahli Bidang Perdagangan Jasa Lasminingsih juga
menggelar Rapat Koordinasi Barang Kebutuhan Pokok Menjelang Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 di Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali serta meninjau Gudang Bulog, Jl Raya Sempidi, Mengwi, Kabupaten Badung dan Gudang Distributor PT Halus Ciptanadi, Jl Kebon Iwa, Denpasar. Staf Ahli juga meninjau Transmart Carrefour Sunset Road dan Hypermart Mal Galeria, Jl Bypass Ngurah Rai. (bas)