Raker DKPD Budaya, Dasar Smart City

(Baliekbis.com), Dalam rangka mempercepat dan memperkuat pelestarian dan pengembangan Kota Pusaka di Denpasar, Dewan Kota Pusaka Kota Denpasar (DKPD) mengadakan rapat kerja dan sosialisasi Penguatan Pelestarian Warisan Pusaka Kota Denpasar Berlandaskan Budaya, Senin (15/5) di Hotel Inna Veteran Bali. Dimana raker ini dihadiri dan di buka langsung oleh Walikota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra yang di tandai dengan pemukulan gong. Hadir juga pada kesempatan ini Pelingsir Puri Denpasar A.A.N. Oka Ratmadi, Asisten Pemerintahan dan Kesra Kota Denpasar I Ketut Mister dan Ketua Dewan Kota Pusaka Kota Denpasar I Made Mudra.
Memiliki sebuah Dewan Kota Pusaka di Denpasar merupakan sebuah cita-cita yang sangat lama diinginkan oleh Pemerintah Kota Denpasar dan sekarang ini Denpasar sudah mewujudkannya, ini merupakan awal yang sangat baik untuk Denpasar, demikian disampaikan Walikota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra saat arahan beliau. Dimana dengan adanya rapat kerja oleh DKPD ini merupakan sebuah aksi atau action dari para pakar-pakar budaya untuk ikut menentukan arah pembangunan kedepannya. Budaya merupakan sebuah dasar untuk mewujudkan sebuah smart city dikarenakan smart city merupakan bagian dari konsep Kota berwawasan budaya untuk mencapai keharmonisan dalam keseimbangan. Dan dalam kebudayaan jika di lihat dari unsur-unsur kebudayaan teknologi itu bukan sebuah hambatan tapi mempermudah kehidupan, jadi sekaran bagamai kemapuan kita di dalam menerima teknologi dan ini menjadi pola pikir kedepannya.
Lebih lanjut Rai Mantra menginginkan di Kota Pusaka ini tidak berhenti kepada kata-kata pelestarian saja, dikarenakan dalam sebuah pola pikir bagaimana kemampuan kita untuk melestarikan atau merevitalisasikan dan menghidupkan kembali, mengitergrasikan, menghubungkan serta mengadaptasikan dan mengembahkan hal itu, sehingga pergaulan budaya itu akan menjadi suatu hal yang sangat menonjol dengan baik. Tapi yang penting didalam sebuah pelestarian adalah “soul” (jiwa) nya, karena itu sumber dari semua pengembangan.
Sementara Ketua Panitia Raker Dewan Kota Pusaka Kota Denpasar, Ngakan Ketut Acwin Dwijendra mengatakan, raker dan sosialisasi ini merupakan awal kegiatan semejak terbentuknya DKPD pada tanggal 23 Februari 2017 lalu. Yang mana raker ini dimaksudkan untuk merumuskan strategi dan kebijakan serta mensingkronisasikan program-program pelestarian dan pengembangan Kota Pusaka dengan masyarakat, lembaga terkait, baik dari dalam Negeri maupun luar Negeri. Adapun peserta raker DKPD ini berjumlah 85 orang yang terdiri dari berbagai unsur yakni, OPD pemerintah, akedemisi, masyarakat, desa pakraman, pelingsir puri, para seniman, bekraf, yayasan dan komunitas-komunitas pelestarian kota pusaka di Denpasar. (ays)