Rai Wirajaya: Utang BPJS Akibat Ulah Oknum Penyedia Layanan Kesehatan Nakal

Rai Wirajaya: Utang BPJS Akibat Ulah Oknum Penyedia Layanan Kesehatan Nakal

(Baliekbis.com), Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan I Gusti Agung Rai Wirajaya mengatakan pemerintah telah menggelontorkan dana triliunan rupiah untuk menanggulangi defisit anggaran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Dana tersebut digunakan BPJS Kesehatan membayar utang di rumah sakit dan layanan kesehatan mitra kerja.

Menurut Rai Wirajaya banyak hal menjadi penyebab sehingga BPJS Kesehatan harus menanggung beban utang yang begitu besar. “Salah satunya datang dari layanan kesehatan itu sendiri. Saya banyak memperoleh informasi bahwa ada permainan dari oknum penyedia layanan kesehatan yang nakal. Contoh, ketika masyarakat hanya memerlukan obat batuk dan pilek, oleh oknum tersebut resep ditambah dengan obat-obatan lain,” ucapnya saat ditemui di Denpasar, Rabu (7/11).

Secara spesifik Rai Wirajaya enggan menyebut rumah sakit atau dokter mana saja yang ditengarai berperilaku nakal. Namun berdasarkan informasi dan aduan dari masyarakat, kasus tersebut banyak terjadi. “Oknum ini bisa dokter, bisa juga perawat yang mengusulkan agar obat-obatan ditambah. Banyak terjadi ketika pasien hendak pulang dari rumah sakit tapi obat-obatnya masih tersisa banyak. Padahal sakit yang diderita masyarakat tidak parah. Nah ini juga harus menjadi perhatian,” jelas politisi asal Peguyangan yang kembali maju ke DPR RI dari dapil Bali nomor urut 4 ini.

Faktor lain yakni kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjalankan kewajibannya selaku pengguna layanan BPJS Kesehatan. Masyarakat dikatakan hanya membayar iuran pada saat pendaftaran saja dan selanjutnya sering terlambat. “Pemerintah mengeluarkan kebijakan ini kan demi masyarakat. Semua harus bekerja sama, baik masyarakat sebagai penerima layanan kesehatan, BPJS Kesehatan, serta pihak rumah sakit atau pemberi layanan kesehatan,” papar Gung Rai. Di sisi lain, Gung Rai juga menyoroti gaji Direksi yang perlu dievaluasi karena kinerja tidak jelas, sehingga terjadi permasalahan utang yang begitu besar. (rwm)