Rai Mantra Sebagai Keynote Speech Seminar Nasional FEB Unud

seminar-feb-unud-7

(Baliekbis.com), Era digital menggiring manusia untuk berpikir, belajar, dan bekerja dengan cara berbeda. Perkembangan teknologi digital yang begitu pesat, tentu akan membuka cakrawala pemikiran bahwa di jagad maya terdapat beraneka macam jenis informasi atau sumber pelajaran yang tidak terbatas dan teknologi informasi telah mengubah gaya komunikasi, gaya hidup, gaya berbisnis, gaya bekerja, gaya berbelanja, serta gaya bertransaksi menjadi lebih mudah. Demikian disampaikan Walikota Denpasar IB. Rai Dharmawijaya Mantra sebagai Keynote Speech dalam seminar nasional dengan tema “Grow or Die in Digital Era” (11/11) di Gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Udayana Denpasar.

Rai Mantra mengatakan, dalam bisnis kemampuan digital telah mendorong kemajuan sebuah perusahaan dan memberikan kemudahan-kemudahan di semua aspek manajemen. Namun di sisi lain kehadiran teknologi digital tidak jarang memberi peluang munculnya berbagai kecurangan dan peristiwa kriminal yang merugikan banyak orang, seperti penipuan.

Secara individu, lebih lanjut Rai Mantra mengatakan masih banyak orang belum dapat memanfaatkan kemunculan digital sebagai sesuatu yang positif dan terjebak dalam penerimaan kemunculan digital yang menjadikan manusia menjadi berubah ke arah negatif, seperti menurun bahkan hilangnya etika, moral, dan budaya. “Jangan sampai era digital membuat kemunduran nilai-nilai manusia yang berbudi luhur. Dengan kegiatan semacam ini kita berharap dapat ciptakan individu-individu yang siap dalam menerima era budaya digital dengan bijak tanpa mengabaikan atau mendegradasi nilai etika, moral dan budaya,” tegas Rai Mantra.

Ia menambahkan, dalam upaya menghadapi era digital Pemerintah Kota Denpasar telah melaksanakan berbagai langkah-langkah dalam memberi pelayanan publik atau sering disebut Public Services in Digital Area. Dengan tiga langkah yakni Revitalisasi, Integrasi serta Adaptasi yang terus ditekankan Pemkot Denpasar menuju Denpasar Smart City, dimana respon cepat dan tepat dalam melayani masyarakat merupakan suatu kesuksesan suatu pemerintahan. Berpedoman kepada moto “Sewaka Dharma” yakni melayani adalah kewajiban yang disinergikan dengan era digital maka terciptalah Denpasar Control Room yang mana menjadi sumber informasi, analisa data untuk mengantisipasi kejadian tidak terduga, sumber data untuk koordinasi lintas sektoral serta pengaduan masyarakat yang langsung menuju pimpinan atau SKPD terkait dengan satu genggaman.

Ketua Panitia Seminar Nasional Sayu Ketut Sutrisna Dewi mengatakan, kegiatan ini merupakan suatu langkah dimana bertujuan membuka wawasan peserta tentang perkembangan teknologi digital masa kini, dengan mengenalkan berbagai aplikasi teknologi digital serta mengetahui kebijakan pemerintah dalam mendorong pemanfaatan teknologi dan mengantisipasi dampak negatifnya. Serangkaian kegiatan ini juga mengadakan Mini Expo Digital yakni pameran digital yang menampilkan berbagai seni anak muda dalam memanfaatkan era digital dengan menciptakan aplikasi serta produk-produk baru. Ia juga berterima kasih dan merasa bangga kepada Walikota Denpasar IB. Rai Dharamawijaya Mantra yang telah hadir sebagai pembicara serta memberi motivasi kepada mahasiswa dan generasi muda untuk belajar dan  berkarya lebih baik kedepannya.

Dalam kegiatan tersebut Walikota Denpasar IB. Rai Dharmawijaya Mantra didampingi Kepala OJK Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara Nasirwan Ilyas, Kepala Seksi Teknologi E-Business Dirjen Aplikasi Informasi Kementrian Kominfo RI Sonny Sudaryana, Ketua Coworking Indonesia Faye Scarlet Alund sempat menggunjungi pameran Mini Expo Digital sekaligus membuka Seminar Nasional “Grow Or Die In Digital Era” (eka/ist)

Leave a Reply

Berikan Komentar

%d blogger menyukai ini: