Rahasia Umur Panjang, Bisa Hidup Hingga 100 Tahun

(Baliekbis.com), Seorang dokter terkemuka telah mempelajari desa ‘paling sehat’ di dunia dan mengungkapkan rahasia umur panjang yang luar biasa dari penduduknya yang tinggal di usia lebih dari 100 tahun.  Desa tersebut bernama Pioppi, Italia. Pioppi dilindungi oleh UNESCO sebagai rumah diet Mediterania. Ahli kardiologi Dr. Aseem Malhotra menemukan banyak penduduk lokal di Pioppi, Italia Selatan mengkonsumsi sedikit gula meskipun diet tinggi lemak.

Penduduk desa jarang menderita diabetes atau penyakit jantung yang menurutnya sampai kepada mereka makan gula sekali seminggu. Faktor kunci lainnya kurangi stres dan tidur tujuh jam semalam dan mereka bahkan minum segelas anggur setiap hari. Dr. Malhotra yang telah menghabiskan bertahun-tahun menyelidiki meningkatnya penyakit jantung dan obesitas di Inggris berpendapat bahwa ketakutan kita akan lemak adalah penyebab meningkatnya konsumsi gula dan karbohidrat olahan. Inilah yang memicu kenaikan penyakit jantung, obesitas dan diabetes tipe 2, klaimnya.

“Mengadopsi diet Mediterania tinggi lemak, berhenti merokok dan terlibat dalam gerakan sadar dan pengurangan stres lebih kuat daripada obat dalam pencegahan dan pengobatan banyak penyakit kronis, termasuk penyakit jantung,” katanya dilansir dari Daily News. Penduduk Pioppi makan-makanan kaya sayuran, ikan dan minyak zaitun, yang rendah gula, susu, daging dan karbohidrat olahan. Mereka makan pasta dan roti, tapi dalam jumlah kecil.  “Kami menemukan bahwa orang-orang di Pioppi tidak memiliki makanan yang kaya produk susu selain keju, tapi ini bukan pilihan, produk susu lainnya tidak tersedia secara luas,” ujar Malhotra. “Mereka juga tidak banyak makan daging karena itu mahal. Diet dengan gula hampir tidak ada dan yang kaya akan sayuran dan ikan bersumber secara lokal, dengan minyak zaitun dimakan dengan hampir setiap makanan, memberi mereka manfaat kesehatan yang signifikan,” lanjutnya.

Malhotra juga menunjukkan bahwa mereka hanya mengonsumsi makanan penutup pada hari Minggu dan makan pizza satu atau dua kali dalam sebulan. Mereka juga ‘puasa sebentar-sebentar’ yang menjadi bagian alami dari kehidupan di desa. Malhotra mengatakan ini memiliki efek anti penuaan, karena tubuh merespons dengan badai hormonal ‘kesehatan positif’. Oleh karena itu puasa mungkin menunda penurunan hormon pertumbuhan manusia yang terjadi secara alami seiring bertambahnya usia.(ist)

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.