Protes Perseden Dibahas Jumat, Tuding Noldy Pemain Nakal

(Baliekbis.com), Protes Perseden Denpasar terkait keabsahan pemain Persekaba Bali Noldy Saputra yang diturunkan pada saat laga final Liga 3 Tahun 2017 Wilayah Bali, Minggu (6/8) lalu di Stadion Kapten Wayan Dipta Gianyar, dipastikan akan dibahas Jumat (18/08/2017) di Sekretariat Asprov PSSI Bali, areal tribun utara Stadion Ngurah Rai Denpasar.

Hal itu dibenarkan Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Liga 3 Tahun 2017 Wilayah Bali, Gede Made Anom Prenatha. Menurutnya, tugas Panpel sebenarnya sudah selesai. Karena itu, protes tersebut akan disikapi Komisi Disiplin (Komdis) Asprov PSSI Bali yang melibatkan bidang kompetisi, bidang alih status, bidang etika dan banding. Agendanya, manajemen kedua tim (Perseden dan Persekaba Bali) akan dipanggil dalam dua sesi. ”Jumat pagi, Persekaba sebagai terlapor. Kemudian sorenya, baru Perseden selaku pelapor,” beber Anom Prenatha, Selasa (15/08/2017).

Protes yang dilayangkan Perseden juga dilengkap sejumlah data valid, yang mempertegas Noldy Saputra yang dipermasalahkan merupakan pemain profesional dengan memperkuat Persibas Banyumas Jawa Tengah pada Liga 2 Indonesia musim 2017 ini. Dari regulasi yang dikeluarkan Badan Liga Indonesia Baru (BLIB), bahwa pemain profesional (Liga 2) yang mau turun ke amatir, perlu jeda setahun. Artinya, jika Persekaba ingin memakai jasa Noldy, baru bisa diturunkan pada kompetisi Liga 3 tahun depan (2018). Anom Prenatha yang juga  Direktur Kompetisi Asprov PSSI Bali sangat menyayangkan bahkan sangat kecewa dengan kasus semacam ini. Bahkan dia menuding pemain bersangkutan (Noldy Saputra) nakal dengan mengaku dirinya pemain berstatus amatir. Makanya diterima begitu saja sesuai persyaratan yang ada. Apalagi oknum pemain tersebut mengaku sudah keluar dari Persibas terhitung April 2017, padahal dari regulasi yang ada, juga belum diperkenankan turun di Liga 3. ”Saya sangat kecewa karena masih ada hal seperti ini,”  tegasnya melalui WA.

Disisi lain, manajemen Persekaba Bali juga lengah, karena begitu saja percaya dengan pengakuan Noldy, tanpa melakukan pengecekan ke PSSI khususnya BLIB. Jika mengacu regulasi pasal 35 poin 5, klub yang terbukti menggunakan pemain tidak sah akan dikenakan sanksi. Sanksi gol kekalahan ditambah 3 gol minus, kemenangan atau hasil imbang dibatalkan dan dinyatakan kalah 0-3, jumlah nilai kemenangan yang telah diperoleh dikurangi 3. Kondisi ini membuat gelar Persekaba Bali terancam dianulir. Menyikapi protes Perseden, Manajer Persekaba Bali, Wayan Sugita Putra menegaskan, setiap tim berhak melakukan protes apabila memang ada yang dianggap tidak pas pada saat kompetisi dilaksanakan. Menurutnya, Persekaba Bali juga punya hak jawab. ”Kami akan jawab dengan regulasi juga,” tegas Sugita Putra seraya menegaskan, Persekaba Bali sebagai juara Liga 3 Wilayah Bali, tentu tidak mau gelar yang diraih tersebut dianulir begitu saja. ”Semuanya harus berdasarkan aturan juga,” pungkasnya. (ibg)