Program Digital Talent Scholarship, Kominfo Gandeng ITB STIKOM Bali Jaring Talenta Muda Pebisnis

(Baliekbis.com), Kominfo tahun ini membuka talenta digital dengan kuota 100.000 orang melalui Program Digital Talent Scholarship. Jumlah itu terdistribusi untuk 8 akademi.

Pelatihan itu mencakup masing-masing untuk fresh graduated academy, vocational school graduate academy, thematic academy, professional academy, government transformation academy, digital enterpreunership academy, talent scouting academy dan digital leadership academy.

Bali memiliki potensi besar di bidang Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Hingga saat ini, jumlah UMKM yang telah terdigitalisasi hanya 50 persen, sehingga peluang teknologi informasi akan membantu para pelaku UMKM dan seniman dalam memasarkan produknya ke tingkat global.

Menurut Rektor ITB STIKOM Bali Dadang Hermawan dalam acara ‘Stikomers Business Talks: Digital Scholarship Talent & Personal Development Plans’ yang diadakan Kampus ITB STIKOM Bali, Sabtu (29/5), kampus IT terbesar di wilayah Bali Nusra itu, saat ini mengelola 30 unit program pendidikan, dari jenjang vokasi sekolah menengah kejuruan IT, Politeknik hingga institut.

“Termasuk di dalamnya yayasan pendidikan yang menaungi ITB STIKOM Bali juga mengelola Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) dan Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP),” ujarnya.

Ditambahkan, ITB STIKOM Bali juga memiliki Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Informatika untuk sertifikasi tenaga Sekolah Menengah Kejuruan. “Salah satu LPK yang saat ini tengah berjalan adalah penyaluran magang ke Jepang,” jelas Dadang.

Sementara, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) SDM Kominfo Hari Budiarto yang menjadi salah satu narasumber dalam ‘Stikomers Business Talks: Digital Scholarship Talent & Personal Development Plans’ mengatakan kalau hasil seni dan produk UMKM maupun ultra mikro bisa dipasarkan di luar negeri, maka peluangnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat itu sendiri.

Program Digital Talent Scholarship Kominfo sudah dimulai tahun 2018 dan diproyeksikan hingga tahun 2024. Dari data yang ada, peserta sampai saat ini masih didominasi dari wilayah Indonesia Barat. Sedangkan Bali sendiri di program yang sama tahun sebelumnya hanya mengisi 2,5 persen peserta. (ist)