PLN Sigap Hadapi Gunung Agung

(Baliekbis.com), Meningkatnya aktivitas Gunung Agung Karangasem yang saat ini sudah berstatus awas sejak Jumat (23/09) turut menjadi perhatian bagi PLN. Sebagai perusahaan penyedia tenaga listrik, sejumlah antisipasi telah dilakukan oleh PLN guna menghadapi bencana Gunung Agung. Saat ini seluruh suplai listrik di kawasan Karangasem dipasok melalui Gardu Induk Amlapura yang masuk pada kawasan rawan bencana Gunung Api Agung. “Potensi gangguan telah diketahui, apabila suatu waktu terjadi letusan atau erupsi, listrik akan dipadamkan,” ungkap General Manager PLN Distribusi Bali Nyoman Suwarjoni Astawa, Senin (25/09). Prosedur pengamanan pasokan listrik dan aset kelistrikan PLN telah disiapkan melalui koordinasi antar unit PLN untuk memastikan kemanannya.

Tidak hanya melakukan kesiapan prosedur dalam pengamanan listrik saat bencana alam, PLN juga telah menyiapkan pasokan listrik di lokasi pengungsian warga. Total 13 unit genset telah disiagakan di kawasan Abang, Manggis, Sidemen, Klungkung, Rendang, dan Tejakula. “Petugas juga sudah kami siagakan untuk menjaga pasokan listrik dan membantu kebutuhan masyarakat di posko,” kata Astawa. Jumlah personil teknik dan pegawai yang disiapkan oleh PLN sejumlah lebih dari 50 personil teknik dan tim penanggulangan bencana.

Sebagai bentuk kepedulian PLN terhadap bencana Gunung Agung telah diberikan bantuan bagi warga melalui PLN Peduli senilai 30 juta rupiah. Bertepatan dengan kunjungan Menteri ESDM Ignasius Jonan ke lokasi pengungsian. Tidak hanya PLN, Indonesia Power selaku anak perusahaan PLN turut memberikan bantuan senilai 20 juta rupiah berupa kebutuhan logistik masyarakat yang mengungsi. Terkait dengan kebutuhan kelistrikan di sekitar lokasi pelanggan tidak hanya dapat menghubungi PLN melalui contact center PLN 123, namun juga dapat menghubungi kantor PLN Rayon Klungkung di ( 0366) 25499 / 25599, PLN Rayon Tejakula di (0362) 3436356, PLN Rayon Karangasem di atau petugas PLN di Gardu Induk Amlapura Irwanto (081339571522) atah Ardani (085238670557). “Petugas kami terus siaga di seluruh posko untuk membantu masyarakat,” tutup Astawa. (ist)