Pesta Film Animasi Hadir di Bali

(Baliekbis.com), Pesta Film Animasi “Fête du cinéma d’animation” 2017 telah memasuki tahun ke-16. Namun, tahun ini adalah tahun ketujuh bagi Pesta Film Animasi memutar film animasi di luar Prancis. Acara ini terlaksana berkat kerja sama Institut Prancis dengan Asosiasi Sinema Animasi Prancis (AFCA), serta jaringan pusat kebudayaan Prancis di seluruh dunia.

 

Khusus di Bali, pemutaran film animasi ini diselenggarakan oleh Alliance Française Bali (AF Bali) didukung Bentara Budaya Bali dan Jimbaran Hub. Pada tahun ini, AF Bali memilih 4 film panjang dan 2 seri film pendek yang tayang di dua lokasi pemutaran tersebut.

 

Pesta Film Animasi periode pertama akan dilaksanakan pada Sabtu dan Minggu, 21-22 Oktober 2017 di Bentara Budaya Bali, Jalan Bypass Prof Ida Bagus Mantra, No 88A, Ketewel, Gianyar. Pesta Film Animasi menjadi program Sinema Bentara pada bulan Oktober 2017.

 

Ada empat tema utama yang disajikan pada pesta film animasi kali ini, yakni film animasi adaptasi roman dan komik, film animasi stop motion, film animasi karakter monster dan film animasi terbaru. Pesta Film Animasi 2017 berlangsung mulai tanggal 1 hingga 31 Oktober 2017. Sekitar 230 lokasi pemutaran di seluruh dunia yang tersebar di 40 negara termasuk Indonesia. Ada empat wilayah di Indonesia yang berpartisipasi dalam program ini, yaitu Jakarta, Bandung, Bali dan Yogyakarta.

 

Ibu Amandine Salmon, Direktur AF Bali, mengungkapkan rasa bangganya dapat menyelenggarakan Pesta Film Animasi di Bali. “Pesta Film Animasi adalah bentuk apresiasi terhadap karya film animasi, sekaligus mempromosikan film serta sineasnya.”

 

Pesta Film Animasi di Bentara Budaya Bali dibuka dengan serial film pendek Four Seasons of Léon (Pierre-Luc Granjon, Pascal Le Notre, Antoine Lanciaux, 2012). Dalam serial ini ada empat film dengan karakter beruang bernama Léon dengan latar waktu empat musim. Film animasi jenis stop motion ini dapat dinikmati oleh semua usia.

 

Film berikutnya adalah film adaptasi dari komik berjudul Le Chat du Rabbin atau The Rabbi’s Cat (Johan Sfar dan Antoine Delesvaux, 2011). Ilustrasi dan cerita dalam komiknya mendulang sukses. Begitu pula dengan filmnya. Film ini pun berhasil menyabet penghargaan Film Animasi Terbaik dari César Award 2012 dan memenangkan penghargaan Prix Jacques Prévert du Scénario sebagai Film Adaptasi Terbaik pada tahun yang sama. Kategori usia penonton film ini adalah PG-13, usia 13 tahun ke-atas dan perlu pendampingan orang tua.

Selain itu, film adaptasi lainnya yang akan diputar adalah My Mummy is in America and She Met Buffalo Bill (Marc Boreal, Thibaut Chatel, 2013). Film ini merupakan adaptasi dari novel grafis karya Jean Regnaud dan Emile Bravo yang diterbitkan oleh Gallimard pada tahun 2007. Film ini dapat dinikmati semua usia.

 

Fantastic Planet (René Laloux, 1973), sebuah film klasik yang telah melewati proses restorasi digital menjadi film penutup. Kisah Fantastic Planet merupakan adaptasi dari roman karya Stefan Wul berjudul « Oms en série » yang terbit pada tahun 1957. Film ini meraih Grand Prix special jury prize pada Festival Film Cannes 1973. Tahun lalu, film ini turut masuk dalam daftar film animasi terbaik sepanjang masa dengan menduduki posisi ke-36. Kategori usia penonton film ini adalah PG-13, usia 13 tahun ke-atas dan perlu pendampingan orang tua.

 

Tak hanya pemutaran film, Pesta Film Animasi juga akan menghadirkan diskusi tentang sejarah dan proses produksi film animasi. Edo Wulia, Direktur Minikino akan menjadi pembicara dalam diskusi ini. Diskusi akan berlangsung pada Minggu, 22 Oktober 2017, pukul 20.00 WITA.

 

Amandine Salmon mengharapkan Pesta Film Animasi dapat memberikan variasi film animasi untuk anak-anak dan orang dewasa. “Film animasi sebenarnya tidak hanya untuk anak-anak. Jadi semua orang dapat menikmati pemutaran ini,” tutur Amandine. (ist)

Leave a Reply

Berikan Komentar

%d blogger menyukai ini: