Pesona Mandiri Nusa Dua Fiesta Berakhir

(Baliekbis.com), Pesona Mandiri Nusa Dua Fiesta (NDF) 2017, Minggu (15/10) malam ditutup secara resmi diwarnai dengan peluncuran kembang api. Dalam penutupan tersebut hadir Royke Tumilaar selaku Direktur Wholesale Banking Bank Mandiri dan 900 orang karyawan beserta keluarga Mandiri Bali serta Devy Suradji dari Kementerian BUMN hadir di hari terakhir pelaksanaan NDF 2017.

Pesona Mandiri Nusa Dua Fiesta ke-21 juga dipersembahkan untuk memperingati ulang tahun ke-19 Bank Mandiri. “Kami ucapkan selamat ulang tahun kepada Bank Mandiri, semoga terus bertumbuh menjadi bank yang kokoh, sehat, terpercaya, dan berkarya nyata membangun negeri,” ujar Direktur Strategi Korporasi dan Keuangan Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) Jatmiko K. Santosa.

Dipaparkannya penyelenggaraan Nusa Dua Fiesta 2017 memang berbeda dari tahun sebelumnya. Dimana tahun ini Nusa Dua Fiesta diselenggarakan dalam kerangka sinergi BUMN antara ITDC dengan Bank Mandiri. “Tahun ini berkonsep festival yang melibatkan banyak komunitas yang menyediakan beragam pilihan aktivitas bagi pengunjung, bukan hanya pertunjukan musik di atas panggung,”paparnya. Selain aneka hiburan total tenant yang ada dalam NDF kali uni mencapai 82 tenant. Menariknya tahun ini merupakan pertama kalinya diberlakukan transaksi non-tunai di seluruh area festival. Selain untuk mendukung program gerakan non tunai yang digaungkan pemerintah, hal tersebut juga demi meningkatkan kenyamanan dan keamanan bertransaksi baik bagi pembeli maupun penjual.  “Transaksi pun dapat dilakukan dengan cepat.  Untuk setiap pembelian hanya diperlukan waktu kurang dari 30 detik untuk menyelesaikan pembayaran,” bebernya. Selama dihelat 5 hari dari tanggal 11-15 Oktober, total pengunjung Pesona Mandiri Nusa Dua Fiesta 2017 mencapai 31.545 dengan nominal transaksi mencapai ratusan juta. Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi kegiatan yang menghibur dan bermanfaat bagi semua pengunjung.  “Kami merasa bangga dapat menyelenggarakan Nusa Dua Fiesta ke-21.  Dimana Bank Mandiri telah menjadi sponsor utama NDF tahun ini.  Semoga sinergi BUMN ini dapat berlanjut di masa mendatang, bagi penyelenggaraan NDF yang lebih baik,”imbuhnya. Di sisi lain Bank Mandiri terus menggeber target penjualan e-Money. Tahun ini Bank Mandiri  menargetkan 50 ribu kartu e-Money terserap pasar hingga akhir 2017 di Bali. Mereka menggandeng 91 BUMN yang lain dalam pemanfaatan uang elektronik, termasuk menggandeng pihak ITDC dengan oenyediaan kartu co-branding ID Card BUMN.  “ID Card BUMN yang nantinya dimiliki oleh karyawan ITDC ini bersifat multifungsi. Selain sebagai kartu identitas, juga terintegrasi dengan sistem perbankan Mandiri sebagai uang elektronik (e-money) yang dapat digunakan untuk pembayaran sarana transportasi seperti tol, parkir, pembayaran di gerai-gerai ritel dan sebagainya,” terang Kartini Sally. Dijelaskannya per bulan Agustus 2017, sebanyak 91 perusahaan BUMN dan beberapa kementerian telah menggunakan co-branding e-Money untuk kartu pegawai yang mencapai 31.052 orang. Sinergi tersebut selain dengan Bank Mandiri, perusahaan BUMN bebas untuk co-branding dengan bank anggota Himbara.

Sementara Regional CEO Bank Mandiri Wilayah XI Bali dan Nusa Tenggara R. Erwan Djoko Hermawan mengatakan program nasional Gerakan Transaksi Non Tunai (GTNT) mendapat respons bagus di Pulau Dewata. Pihaknya terus melakukan sosialisasi dan edukasi tentang penggunaan kartu, termasuk cara isi ulang atau to up. Penerapan transaksi nontunai di seluruh gerbang Tol Bali Mandara sejak Oktober lalu telah terserap 22 ribu kartu e-Money dan dia optimistis target tahun ini segera tercapai. “Selama 5 hari pelaksanaan Pesona Mandiri Nusa Dua Fiesta ini telah disediakan 15 ribu kartu e-Money dan pada hari keempat hampir seluruhnya terserap.  Bali yang telah mengawali transaksi nontunai di seluruh gerbang tol awal Oktober membuat Bank mandiri menyediakan kartu e-Money berlipat dari sebelumnya. Kini setiap pekan terjual sekitar 10 ribu kartu e-Money,”pungkasnya. (ist/bas)