Peserta Pertukaran Mahasiswa Merdeka di Unwar Ikut Pelatihan Yoga

(Baliekbis.com), Puluhan peserta program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) dari berbagai perguruan tinggi di Nusantara yang melaksanakan perkuliahan di Prodi Ilmu Administrasi Negara (IAN) FISIP Universitas Warmadewa (Unwar), Bali, mengikuti pelatihan senam yoga di kawasan Pantai Karang Sanur, Kota Denpasar.

“Pelatihan senam yoga Surya Namaskar yang diikuti peserta PMM ini sangat bagus untuk menjaga keseimbangan jasmani dan rohani,” kata Ketua Prodi Ilmu Administrasi Negara (IAN) FISIP Unwar, Dr I Made Yudhiantara, MAP, di Denpasar, Minggu.

Yudhiantara menambahkan kegiatan eksplorasi keragaman budaya, agama dan sejarah di daerah (kebinekaan), yang diantaranya diimplementasikan dengan pelatihan yoga tersebut, merupakan ketentuan yang wajib dilaksanakan dan sudah tercantum dalam Modul Nusantara program PMM.

Kegiatan non-akademik yang mencakup kebinekaan, inspirasi, refleksi dan kontribusi sosial ini dilaksanakan setiap akhir pekan.

“Jadi, kami membantu memfasilitasi melalui kegiatan pelatihan senam yoga ini yang juga bermanfaat untuk konsentrasi belajar para mahasiswa,” ujar Yudhiantara yang juga pendiri Bali Yoga Centre itu.

Sebanyak 140 mahasiswa dari berbagai kampus di Indonesia yang mengikuti program PMM Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) di Universitas Warmadewa, sebanyak 90 mahasiswa diantaranya mengikuti perkuliahan di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP).

Selain senam yoga, acara yang dipimpin oleh instruktur Ni Made Sila Ulati, Ni Putu Lely Suryantini dan Putu Astina itu, mahasiswa peserta PMM juga diajak melaksanakan gerakan Parwati Dancing.

Gerakan Parwati Dancing mengandung pesan bahwa manusia dalam menjalani hidup tidak boleh mengeluh dan hendaknya dijalani dengan rasa senang.

“Yoga maupun gerakan tari, selain untuk menggerakkan agar tubuh tetap elastis, juga membuat kita dapat menjadi senang. Dengan demikian, kesehatan tubuh akan tetap terjaga dan tidak cepat tua,” kata Yudhiantara.

Sekretaris Prodi IAN FISIP Unwar Dra Lilik Antarini MErg menambahkan, sebelumnya saat akhir pekan, para peserta PMM juga diajak melakukan kunjungan ke Pusat Peribadatan di Puja Mandala, Nusa Dua, Kabupaten Badung.

Selain itu, menyaksikan kesenian Janger Kolok dengan para penari disabilitas di Desa Bengkala, Kabupaten Buleleng dan mengikuti latihan tari Bali di Singapadu, Kabupaten Gianyar. “Mereka juga diajak menonton film mengenai arti penting toleransi dan melakukan permainan terkait kebinekaan,” ujarnya.

Mahasiswa peserta PMM yang berasal dari 10 kampus di Nusantara itu akan mengikuti perkuliahan di kampus Universitas Warmadewa selama satu semester.

“Kegiatan pelatihan yoga ini sengaja dilaksanakan di Sanur, karena kami ingin mengenalkan objek wisata kepada para mahasiswa,” ujar Lilik.

Dwi Setyani, mahasiswa peserta PMM dari Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon mengaku senang dapat mengikuti pelatihan senam yoga tersebut.

“Badan jadi bugar dan jauh lebih segar rasanya. Semua pemeluk agama juga bisa melaksanakan yoga ini karena dapat membuat diri terasa lebih rileks,” ucap mahasiswa yang saat ini duduk di semester 5 ini.

Dwi Setyani mengaku dapat mengikuti program PMM tersebut, setelah berhasil lolos dalam sejumlah seleksi yang dilaksanakan oleh Kemendikbudristek.

Pandangan senada disampaikan Amilatur Rofiah, mahasiswa dari Sekolah Tinggi Pariwisata Tri Sakti Jakarta.

“Saya baru pertama kali ikut yoga dan pengalamannya juga dapat. Di badan terasa lebih segar dan lebih sehat. Seneng banget,” ucapnya.

Amilatur mengatakan setelah acara ini tertarik untuk belajar gerakan yoga. “Ya mungkin dengan otodidak dulu dengan melihat video-video di YouTube yang bisa dilakukan sendiri di rumah,” katanya.

Tak hanya diikuti oleh mahasiswa peserta PMM, sejumlah wisatawan mancanegara yang tengah berwisata di kawasan Pantai Karang, Sanur, itu juga tertarik untuk mengikuti senam yoga Surya Namaskar dan Parwati Dancing. (ist)