Permintaan Global Seafood Meningkat

(Baliekbis.com), Konsumsi dan permintaan global terhadap seafood semakin meningkat dalam beberapa waktu terakhir.  Kondisi tersebut terjadi seiring dengan meningkatnya populasi dan kesadaran akan kesehatan serta pendapatan penduduk dunia. “Peningkatan permintaan seafood global ini perlu diimbangi dengan kemampuan SDM yang andal,”kata Ketua Prodi Magister Ilmu Perikanan Fakultas Pertanian UGM, Dr. Alim Isnansetyo M.Sc., Kamis (25/6).

Alim menjelaskan peningkatan kapsitas SDM perikanan penting dilakukan agar praktik-praktik produksi, pemrosesan, dan distribusi dapat berlangsung dengan baik secara teknis, ekonomis, ramah lingkungan, dan bisa diterima secara sosial. Artinya, produk seafood yang dihasilkan harus memadai dan aman.
“Untuk menciptakan kondisi ideal tersebut dibutuhkan sumber daya manusia atau tenaga kerja yang kompeten di bidang perikanan,”terangnya.  Salah satu upaya peningkatan kapasitas baik individu maupun lembaga dengan pelatihan seperti Teacher Training dalam Pengembangan Kurikulum.Program pelatihan tersebut merupakan bagian dari proyek Sustainable Seafood and Nutrition Security (SSNS) yang didanai bersama oleh Program EU Erasmus+. Program yang telah berlangsung sejak tahun 2018 bertujuan untuk mengatasi tantangan yang dihadapi oleh industri dan memastikan keberlanjutan produksi, pasokan dan konsumsi seafood melalui peningkatan kapasitas lembaga dan individu.
“Pengembangan kurikulum tersebut diharapkan dapat menghasilkan lulusan dengan kompetensi yang dibutuhkan oleh industri dan pengguna lulusan lainnya,”jelasnya. Program Magister Ilmu Perikanan UGM yang merupakan salah satu partner dalam proyek SSNS ditunjuk sebagai host pelaksanaan program Teacher Training tersebut. Kegiatan dilaksanakan secara daring pada tanggal 23 Juni 2020. Pelatihan menghadirkan narasumber dari AIT Thailand, NTNU Norwegia, University of Stirling UK, University of Thessaly Yunani, dan Euro Training Yunani. Adapun peserta pelatihan terdiri dari para dosen dan juga mahasiswa program master yang berasal dari UGM, IPB, STP Jakarta,  Maejo University, Khon Kaen University, Can To University, RIA1, dan Nong Lam University.
“Peserta berasal dari perguruan tinggi di Indonesia, Thailand, serta Vitenam,” terang Project Coordinator SSNS UGM ini. Sementara Rektor UGM Prof. Ir. Panut Mulyono, M.Eng., D.Eng., IPU, ASEAN Eng., dalam sambutannya menyatakan bahwa Teacher Training Program ini merupakan sarana untuk pertukaran pengalaman dalam pengajaran dan pembelajaran. Selain itu juga menjadi wahana untuk meningkatkan keterampilan mengajar para dosen peserta pelatihan. Disisi lain juga memperkuat kemitraan dan kolaborasi UGM. (ika)

Leave a Reply

Berikan Komentar

%d blogger menyukai ini: