Peringatan HUT ke-55, Bandara Ngurah Rai Komit Tingkatkan Muatan Budaya Lokal

(Baliekbis.com), GM Angkasa Pura I Bandara Ngurah Yanus Suprayogi menegaskan di usianya yang ke-55 ini sudah sepantasnya dan sewajarnya harus meningkatkan pelayanan yang lebih maksimal dengan berorientasi kepada muatan lokal.

“Artinya kita mempunyai konsep baru bahwa kita harus menampilkan muatan budaya lokal. Dan harapan kami ke depan untuk terus meningkatkan koordinasi dan komunikasi ke semua pihak terkait. Salah satu tugas kita adalah memberikan peningkatan kepada perekonomian sekitar kita, sebagai agent of development,” ujar Yanus Yanus didampingi Communication and Legal Section Head Arie Ahsanurrohim kepada wartawan di sela-sela puncak peringatan HUT ke-55 HUT PT. AP I yang digelar di Banggar Selatan Bandara Ngurah Rai Tuban, Sabtu (23/2) sore.

Untuk itu tambah Yanus, sudah barang tentu pihaknya harus berbenah diri, untuk senantiasa bagaimana keberadaan bandara bisa meningkatkan kesejahteraan ekonomi di sekitar bandara. Apalagi Bali merupakan tulang punggung Angkasa Pura I dimana minat wisatawan yang ingin ke Bali begitu tinggi. Angkasa Pura I sudah menyikapi hal ini dengan pengembangan infrastruktur untuk memberikan pelayanan kepada wisatawan yang datang ke Bali.

PAP I berencana menambah landasan pacu sepanjang 400 meter, sehingga menjadi total 3.400 meter. Perpanjangan tersebut untuk mengakomodasi tingginya permintaan dari maskapai yang ingin menggunakan pesawat berbadan lebih besar. Dengan perpanjangan landasan pacu 400 meter menjadi sepanjang 3.400 meter tersebut, maka akan mampu nantinya didarati lebih banyak pesawat berbadan besar seperti Boeing 777 dan Airbus A-380.

“Di 2019 ini, kami memiliki target 24,7 juta penumpang dan kami optimis akan tercapai dengan penambahan Runway ini,” jelasnya. Dengan target ini juga, Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai akan mengkontribusikan 24,4% dari target seluruh Bandar Udara di Indonesia yang dikelola oleh PT. Angkasa Pura I (Persero).

Rencana pengembangan ini sejalan dengan business plan dari beberapa maskapai penerbangan yang akan dan telah menetapkan bandar udara kebanggaan masyarakat Pulau Dewata ini sebagai hub dan bandar udara pengumpan atau spoke bagi operasional burung besi mereka.

Dengan berfungsinya Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai sebagai hub, maka secara otomatis lalu lintas udara akan terdongkrak secara signifikan, sehingga akan muncul potensi berupa lapangan kerja dan potensi ekonomi lain bagi masyarakat. (bas)