Perempuan Gianyar Pertajam Ilmu Tata Rias dan Banten

(Baliekbis.com), Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Gianyar menggelar peningkatan kapasitas perempuan untuk mewujudkan kesetaraan gender, dalam hal ini pelatihan tata rias dan pembuatan banten di LKP Putra Intan, Gianyar, Selasa (28/5).

Kepala DP3AP2KB Kabupaten Gianyar Cokorda Bagus Lesmana Trisnu mengatakan, pulau Bali dengan dukungan masyarakatnya sangat kental dengan kegiatan budaya. Para perempuan Bali sering dianalogikan sebagai pilar utama yang menjalani adat dan tradisi budaya Bali. “Di era modern saat ini, perempuan Bali dituntut memiliki kemampuan yang lebih dalam membuat banten dan merias diri atau berbusana yang baik,”jelas Cok Trisnu.

Pemda Gianyar, lanjut dia, berupaya melaksanakan berbagai kegiatan pemberdayaan perempuan. Pelatihan tersebut dimaksudkan untuk menyamakan persepsi, memberikan pembekalan kepada ibu-ibu, yang selalu bergelut dengan kegiatan upakara dan upacara, serta berbusana dan tata rias yang mengikutinya.

“Diharapkan, kegiatan ini dapat mengikis hal-hal yang mengurangi makna, mutu, kualitas, dan kuantitas upacara yang terkesan “ulah aluh, ulah pragat, ulah enggal” (gampang, cepat, asal jadi), tetapi juga dipahami makna dan arti filosofis yang terkandug di dalamnya. Begitu pula, tata rias yang memerlukan keahlian untuk merias diri, tidak perlu ke salon lagi,”kata Cok Trisnu.

Ketua Panitia Pelatihan Tata Rias dan Banten Ni Made Agustini mengatakan, peserta pelatihan banten diikuti 50 orang, dan tata rias sebanyak 40 orang, terdiri dari perwakilan ibu – ibu TP PKK Kabupaten dan Kecamatan, serta pengurus organisasi wanita/profesi dunia usaha masyarakat lainnya di Kabupaten Gianyar.

Narasumber yang dihadirkan, yaitu AA Istri Swary Panji dari Kementerian Agama Kabupaten Gianyar beserta tim praktisi upakara TPB Beng Gianyar untuk pelatihan banten, dan Ni Wayan Sumerti Pande, beserta tim LKP Putra Intan untuk pelatihan tata rias.  (ist)