Perebutan Kursi Rektor Undiksha, Hanya Diikuti Lima Pendaftar Internal

Perebutan Kursi Rektor Undiksha, Hanya Diikuti Lima Pendaftar Internal

(Baliekbis.com), Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) pada Januari 2019 melakukan pemilihan rektor masa jabatan 2019-2023. Pendaftaran bakal calon sudah dibuka sejak 13 November dan berakhir, Kamis (29/11). 

Tercatat hingga hari terakhir hanya ada lima pendaftar yang seluruhnya dari internal Undiksha yakni, Dr. I Nyoman Jampel, M.Pd. yang masih aktif menjabat sebagai rektor, Dr. I Gusti Ngurah Pujawan, M.Kes. (Wakil Rektor III), Dr. I Gusti Lanang Agung Parwata, S.Pd., M.Kes. (Kepala Unit Pengembangan Karir dan Kewirausahaan Mahasiswa), Dr. I Gede Sudirtha, S.Pd.,M.Pd. (Dekan Fakultas Teknik dan Kejuruan/FTK) serta Prof. Dr. I Gede Astra Wesnawa, Ketua LPPM Undiksha.

Sesuai jadwal, pendaftaran dibuka sejak 13 November lalu. I Nyoman Jampel menjadi yang pertama datang ke sekretariat panitia, sekitar pukul 12.10 Wita dan langsung menyerahkan berkas. Seusai itu, akademisi asal Kabupaten Badung ini mengatakan dalam pendaftaran, dirinya mengemban komitmen yang sama dengan pendaftaran pada periode pertamanya, tiga tahun lalu. “Saya memang mendaftar ini adalah sebagaimana seperti saat mendaftar tiga tahun lalu. Ingin melanjutkan apa yang telah kita gagas bersama-sama semua komponen Undiksha,” jelasnya.

Pada kontestasi perebutan kursi rektor ini, panitia juga telah menyurati ratusan perguruan tinggi di Indonesia untuk memberikan kesempatan yang sama mengikuti pendaftaran.  “Panitia memang mengundang perguruan tinggi lain. Yang jelas saya mendaftar ingin menjadikan Undiksha lebih baik. Tidak ada lebih dari itu,” sebutnya.

Mantan Wakil Rektor II Undiksha ini menyebutkan sudah melakukan persiapan dalam menghadapi lawan nantinya. Visi-misi yang menjadi roh untuk membangun perguruan tinggi sudah dipersiapkan. “Visi misi itu harus dilampirkan saat pendaftaran. Visi yang dibuat bagaimana bekerja dalam empat tahun ke depan bisa mewujudkan visi yang ditetapkan oleh lembaga, yaitu menjadi universitas unggul berlandaskan falsafah Tri Hita Karana di Asia pada tahun 2045. Saya berharap bisa terwujud sebelum itu,” katanya.

Menghadapi pemilihan ini, tidak dibentuk tim khusus. Jampel memilih untuk bejalan layaknya air. “Saya berjalan, berusaha yang terbaik, tanpa saya harus membentuk tim-tim untuk memantapkan ini,” ungkapnya. Menurutnya, semua komponen Undiksha adalah timnya. Karena selama menjabat tiga tahun, semua civitas itu telah mendukung dan sangat berkomitmen terhadap apa yang visikan terdahulu untuk mencapai yang divisikan oleh lembaga. “Itu yang saya pahami. Itu yang saya lihat. Astungkara bisa seperti itu. Saya tidak apa-apa. Kalau ada lebih baik, monggo,” tegasnya seraya menyatakan tetap optimis bisa mendapatkan dukungan. “Tetap optimis,” pungkasnya.

Sementara itu, Dr. I Gede Sudirtha, S.Pd.,M.Pd yang dikonfirmasi terpisah mengakui keikutsertaannya dalam pendaftaran. Hanya saja belum bisa berkomentar banyak. Ditegaskan, langkahnya itu tak lain karena ingin turut membangun Undiksha semakin baik. “Kalau sekarang Undiksha sudah luar biasa sekali. Saya hanya ingin ikut membangun,” katanya.

Adanya lima pendaftar ini, panitia tidak lagi melakukan perpanjangan waktu pendaftaran, sebab sudah lebih dari empat pendaftar, sesuai syarat minimal. Pascaini, dilaksanakan seleksi administrasi yang berlangsung dari 30 November sampai 7 Desember. Pengumuman hasil penjaringan bakal calon dijadwalkan 14 Desember. (sos)