Perayaan Hari Asuransi 2019: Wujudkan “Sejuta Polis untuk Negeri”, Penting Edukasi dan Sosialisasi Manfaat Berasuransi

(Baliekbis.com),Ketua Umum DAI (Dewan Asuransi lndonesia) Dadang Sukresna memaparkan perayaan Hari Asuransi ke-14 Tahun 2019 merupakan bentuk komitmen berkelanjutan DAI bagi masyarakat Indonesia.

“Melalui tema tetap “Mari Berasuransi” dan sub tema ‘Sejuta Polis untuk Negeri’, kami ingin kembali menjabarkan tujuan bersama untuk meningkatkan pemahaman asuransi, khususnya dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan dalam mendorong ketersedian akses dan layanan keuangan yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat di Indonesia,” ujarnya dalam jumpa pers, Kamis (17/10/2019) di Nusa Dua.

Diakui berdasarkan data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), penetrasi asuransi di Indonesia masih tergolong rendah, baru 3,01%. Padahal, asuransi seharusnya menjadi andalan sebagai pelindung dari berbagai risiko di masa depan yang dapat mengancam perencanaan keuangan.

Tingkat pendidikan, kesadaran dan pendapatan masyarakat masih menjadi beberapa penyebab utama rendahnya minat masyarakat dalam berasuransi. “Selain itu, kondisi wilayah Indonesia yang merupakan negara kepulauan, turut memengaruhi percepatan penetrasi asuransi kepada masyarakat dan merupakan tantangan tersendiri bagi Industri asuransi, agar kegiatan penetrasi tidak hanya berfokus di kota-kota
besar,” jelasnya.

Untuk itu dalam mensosialisasikan asuransi lebih masif, dilakukan hingga pelosok-pelosok desa dan kepada anak sekolah (SMA/SMK). Tujuannya untuk mengenalkan asuransi sejak dini. “Jadi ketika tamat sekolah mereka sudah tahu apa asuransi dan produk-produknya,” ujarnya.

Dikatakan DAl melakukan berbagal kegiatan yang berfokus pada edukasi dan sosialisasi manfaat berasuransi kepada seluruh lapisan masyarakat, baik untuk kalangan internal maupun eksternal industri perasuransian, termasuk pada kegiatan Hari Asuransi ini.

Ketua Panitia Hari Asuransi 2019 Fachri Adnan mengatakan terkait tantangan penetrasi asuransi saat ini, insan asuransi melihat masih banyak celah yang dapat dilakukan, guna mencapai tujuan peningkatan masyarakat untuk sadar berasuransi.

Era teknologi digital dan perubahan lintas generasi dari ‘baby boomers’ menjadi generasi milenials merupakan ‘opportunity’ luar biasa bagi industri asuransi untuk dapat meraih pasar yang Iebih besar.

Untuk mensosialisasikan manfaat berasuransi, DAl melaksanakan program literasi asuransi ke 24 kota sejak September 2019. Hingga saat lnl, program ini telah menyentuh 17.277 (jumlah peserta) yang terdiri dari para murid SMA dan SMK. Upaya literasi secara massal ini mendapat pengakuan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) dan tercatat sebagai rekor dengan peserta terbanyak.

Selain itu, DAI juga bekerja sama dengan Permodalan Nasional Madani (PNM) dalam melakukan sosialisasi asuransi kepada para pelaku UMKM dan masyarakat pra sejahtera.

Fachri memaparkan, kolaborasi dengan PNM ini ditargetkan dapat menjangkau 1.000 peserta di 10 titik, antara lain Cirebon, Purwakarta, Depok, Bandung, Tegal, Pasar Minggu, Jember, Banyuwangi, Cimahi dan Tasikmalaya. “Salah satu pesan utama yang kami angkat di program literasi ini adalah bagaimana asuransi merupakan salah satu bentuk investasi penting, yang akan sangat diperlukan saat terjadinya risiko atau musibah,” jelasnya.

Guna mendorong peningkatan penetrasi dan literasi asuransi di seluruh lapisan masyarakat, Dewan Asuransi lndonesia (DAI) bekerja sama dengan seluruh anggota asosiasi asuransi yang beranggotakan Asosiasi Asuransi Umum (AAUI), Asuransi Jiwa (AAJI), Asuransi Jaminan Sosial (AAJSI), Asuransi Syariah (AASI), Pialang Asuransi dan Reasuransi (APPARINDO) serta penilai kerugian asuransi (APKAI ), kembali mengadakan event tahunan ‘Hari Asuransi 2019’ yang kini memasuki tahun ke-14.

Hari Asuransi merupakan kegiatan besar bagi seluruh pelaku di industri asuransi yang diperingati tiap 18 Oktober. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum bagi industri untuk lebih gencar melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat indonesia. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kegiatan yang sebelumnya dikenal dengan ‘Insurance Day’, mulai tahun ini berubah nama menjadi ‘Hari Asuransi’ agar dapat lebih mudah diterima oleh seluruh lapisan masyarakat.

Dikatakan Pachri, puncak rangkaian kegiatan Hari Asuransi 2019 akan berlangsung di sisi timur Lapangan Bajra Sandi Renon pada 20 Oktober 2019 dan akan dikemas dalam bentuk kemeriahan festival. Rangkaian acara akan diawali dengan kegiatan funwalk yang diikuti lebih 2.000 peserta yang terdiri dari para insan asuransi dan masyarakat Bali, lalu dilanjutkan dengan kemeriahan karnaval, kuliner, atraksi olahraga ekstrem, dan pertunjukan musik.

Festival Hari Asuransi 2019 merupakan upaya DAI untuk menarik massa secara masif dan menciptakan kesadaran akan pentingnya berasuransi. Kegiatan ini rencananya akan dibuka Gubernur Bali serta perwakilan OJK.

Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan NonBank (IKNB) OJK Riswinandi mengatakan dalam konteks yang lebih luas, tema yang diambil ini juga searah dengan program pemerintah yang mencanangkan target keuangan inklusif atau presentase jumlah penduduk dewasa yang memiliki akses layanan keuangan pada lembaga keuangan formal sebesar 75 persen pada akhir tahun 2019. (bas)