Perangi HOAX, Pemkot Gelar Dialog Literasi Media

(Baliekbis.com), Kemajuan teknologi informasi memiliki dampak positif dan negatif bagi penggunanya.  Selain itu banyaknya sumber informasi juga memunculkan berbagai informasi yang berbeda dan sering menimbulkan berita HOAX.

Untuk memerangi berita-berita “HOAX” yang tersebar di masyarakat dan membuat terusiknya keamanan dan ketertiban, maka Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Provisi Bali bekerjasama dengan Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Kota Denpasar menggelar Dialog Literasi Media, Rabu (25/4) di ruang Praja Utama Kantor Walikota Denpasar. Mengambil tema “Bijak bermedia sosial dan melawan berita Hoax,’’ dengan narasumber Kepala Seksi Peningkatan Kualitas Sarana Komunikasi Dinas Kominfo dan Statistik Provinsi Bali Ida Bagus Agung Ludra.

“Kegiatan ini merupakan pogram pemerintah untuk mencerdaskan masyarakat tentang  memanfaatkan media sosial dengan baik. Mengingat banyak dampak dari berbagai media sosial dalam kehidupan bermasyarakat. Maka dari itu menjadi kewajiban pemerintah untuk mensosialisasikan bagaimana menggunakan  media sosial yang baik,’’ ujar Agung Ludra. Tidak hanya itu pemerintah melalui peraturan perundang-undangan juga telah mengatur hal-hal yang wajib dihindari dan dilarang untuk dilakukan di media sosial. Hukuman dan sanksi sudah siap dikenakan bagi para pelanggarnya.

Dengan dilaksanakan kegiatan ini di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar ia mengharapkan  kabupaten/kota lainnya juga melaksanakan kegiatan yang sama. Sehingga kegiatan dialog literasi media ini dapat mencerdaskan masyarakat menggunakan media sosial akan lebih banyak diketahui oleh masyarakat. Dengan demikian masyarakat akan lebih teratur menggunakan media sosial, sehingga tidak menganggu kenyamanan kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

Ia juga berharap bagi masyarakat yang sudah mengikuti Dialog Literasi Media ini agar menyebarkan  luaskan kepada teman-teman maupun komunitasnya. Bahwa media sosial dapat berdampak positif dan negatif bagi dirinya, kalau salah menggunakan akan kena masalah hukum.

Sementara Kadis Kominfo dan Statistik Kota Denpasar Dewa Made Agung menyatakan, kemajuan teknologi memang menimbulkan banyaknya sumber informasi dan tak jarang memunculkan beragam versi informasi yang berbeda. Selain itu perkembangan teknologi dan dunia digital yang semakin pesat pada era ini, mendorong mudahnya akses komunikasi dan informasi.  Maka menurut Dewa Agung acara Literasi Media ini melibatkan 100 orang yang terdiri dari guru, siswa, karang taruna, pengelola media sosial, kelompok informasi masyarakat, akademisi yang juga melibatkan narasumber dari Polda Bali, dan Perimpunan Wartawan Indonesia (ayu)