Penyerapan Aspirasi Dr. Mangku Pastika, Petani Berharap Pembinaan Lebih Intensif

(Baliekbis.com), Sektor pertanian saat pandemi covid ini menjadi penyelamat ekonomi warga khususnya petani.

“Dengan bertani kami bisa makan. Ini yang penting sebelum melangkah ke usaha yang lain,” ujar Perbekel Desa Bajra Putu Sukerata saat kegiatan reses Anggota DPD RI Perwakilan Bali (B.66) Dr. Made Mangku Pastika,M.M. via vidcom, Minggu (13/12) di Kantor Perbekel Bajera Tabanan.

Vidcom terkait penyerapan aspirasi yang dipandu Tim Ahli Nyoman Baskara didampingi Ketut Ngastawa dan Nyoman Wiratmaja dengan tema “Penguatan Kelembagaan dan Modal ” dan “Aspirasi Pelaku UMKM dan Pengembangan Ekonomi Kreatif” diikuti puluhan peserta dari seluruh Bali.

Menurut Sukerata sebenarnya pertanian di desanya cukup tangguh. Meski covid, warga masih bisa makan. Namun diakui saat ini warga terpukul ekonominya karena covid. Banyak warganya yang bekerja di pariwisata pulang kampung bertani. Untuk itu ia berharap ada dukungan dari Mangku Pastika selaku Anggota DPD RI wakil Bali agar apa yang dikerjakan warga menjadi lebih kuat dan berkembang.

Hal senada disampaikan Ni Wayan Sudiarmini owner UMKM Amerta Manunggal Desa Mundeh, Selemadeg Barat. Ia mengaku salah satu produk olahan limbah batok kelapa sempat diekspor. Namun saat ini produknya turun drastis. “Kami mohon bisa dibantu pembinaan serta akses modal,” jelasnya.

Gusti Ngurah Made Surya dari Kelompok Sari Alam yang mengembangkan peternakan madu kele-kele
mengaku harga bibit yang didatangkan dari luar Bali cukup mahal. Padahal prospeknya bagus.
“Saat ini hasilnya terbatas, maka prioritas untuk konsumsi anggota,” jelasnya seraya berharap bisa dibantu. Kelompok ini juga bergerak di bidang simpan pinjam untuk membantu anggotanya yang rata-rata petani.

Sang Made Jamin, pengelola Koperasi Dewan Kori Agung di Denpasar menjelaskan sektor pertanian dalam arti luas sangat menjanjikan. Karena itu koperasi juga membantu petani agar bisa menghasilkan produk yang berkualitas.

“Koperasi juga mulai mengembangkan peternakan kambing di Bangli. Kami siap bantu kandang, bibit hingga pemasaran,” jelasnya. Peternak kambing di Bajera juga berharap dibantu bibit serta alat pengolahan pakan (silase).

Menanggapi berbagai aspirasi warga, Dr. Mangku Pastika mengatakan pentingnya inovasi dalam pengembangan pertanian. Meski tantangan tidak sedikit seperti keterbatasan lahan, musim yang tidak menentu namun saat ini pertanian sangat membantu warga di saat terpuruknya pariwisata yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi Bali.

Mantan Gubernur Bali dua periode itu menegaskan pentingnya sektor pertanian bagi Bali. Karena itu saat menjabat Mangku Pastika juga membentuk Simantri yang jumlahnya hampir seribu kelompok. “Dengan bantuan 20 sapi tiap kelompok, ada 20 ribu sapi yang dihasilkan,” jelasnya.

Karena itu mantan Kapolda Bali ini mendukung upaya petani mengembangkan peternakan seperti kambing. “Selain menghasilkan daging, juga susu dan pupuk termasuk gas sehingga bisa mengurangi pemakaian kayu bakar,” jelasnya.

Mangku Pastika bahkan melihat harga susu kambing bisa 5x susu sapi. “Jadi pemeliharaan kambing ini naikkan pendapatan petani.
Saya juga lihat banyak dagang sate kambing. Ini menggambarkan hasilnya sangat menjanjikan,” jelasnya.

Di sisi lain, Mangku Pastika menjelaskan
Bali memiliki keunikan yang tiada duanya di dunia. Ini harus bisa dipertahankan karena menjadi salah satu sumber ekonomi masyarakat.

Kepada peserta yang datang dari berbagai daerah di antaranya Bangli, Buleleng, Jembrana, Badung, Denpasar juga Tabanan, Dr. Mangku Pastika dalam kata pengantarnya mengatakan selaku anggota DPD Bali wajib menyerap aspirasi, berdialog dengan warga untuk nantinya diperjuangkan di pusat. Sebab DPD
mewakili daerah (Bali) di pusat. Kalau DPR mewakili fraksi. Keberadaan DPD diakui masih baru, sehingga banyak yang belum paham.

Di akhir vidcom, Dr. Mangku Pastika melalui staf ahli Ketut Ngastawa menyerahkan bantuan sembako kepada warga. Pada kesempatan tersebut
Ni Wayan Sudiarmini owner UMKM Amerta Manunggal dari Desa Mundeh menyerahkan sovenir berupa produk dari tempurung kelapa. “Sovenir ini sudah lama ingin saya berikan kepada Pak Mangku namun terhambat karena covid,” jelasnya. (bas)