Penyerahan Simbolis Banper Bekraf 2019

(Baliekbis.com), Sebanyak 44 penerima Bantuan Pemerintah (Banper) Bekraf 2019 hadir dalam acara Penyerahan Simbolis Bantuan Pemerinah Bekraf 2019 pada Senin (16/12/2019) di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona. Kegiatan ini merupakan akhir dari program Bantuan Pemerintah Bekraf 2019 yang telah dilaksanakan sejak bulan Desember 2018 hingga Desember 2019.

Sejak dibukanya penerimaan proposal Bantuan Pemerintah Bekraf 2019 pada 1 Desember 2018 sampai dengan 28 Februari 2019, Bekraf telah menerima sebanyak 1167 proposal yang kemudian diseleksi secara ketat meliputi seleksi administrasi, seleksi teknis, dan verifikasi lapangan. Hingga akhirnya terkurasi sebanyak 44 pengusul yang ditetapkan sebagai penerima Banper Bekraf 2019.

Hal ini mendapat support dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan  Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio. “Ekraf itu di luar kota besar bisa berkembang lebih pesat jika bisa di monotaise dan kita memanfaatkan kehadiran pariwisata melalui turis untuk dapat digunakan buat posituf untuk pelaku Ekraf. Melalui bantuan dari Bekraf sangat bermanfaat bagi kreatifitas masyarakat,” ucapnya di Gedung Sapta Pesona, Kemenparekraf, Jakarta, Senin (16/12/2019).

Diakuinya, Ekraf harus bisa dirasakan hingga pedesaan serta kota kecil. Melalui pariwisata maka ekonomi kreatif bisa dirasakan sehingga kesejahteraan itu muncul. “Saat wisatawan datang maka buat ekosistem ekonomi kreatif untuk mendukung masyarakat lokal tersebut dan itu kita lakukan di Labuan Bajo,” tambahnya.

Di sisi lain, Deputi Infrastruktur Baparekraf Hari Santosa Sungkari menambahkan revitalisasi dibutuhkan oleh para pelaku ekraf dalam menghasilkan karya mulai dari musik, fashion, kuliner hingga pertunjukan untuk bisa menghasilkan lebih cepat dan ini dihibahkan kepada para pelaku.

“Infrastruktur Ekonomi Kreaatif berupa Ruang Kreatif, Sarana, dan Teknologi pendukung akan mempercepat lahirnya SDM Kreatif unggul yang akan berkreasi, memproduksi dan mendistribusikan karyanya serta memberikan tempat atau platform untuk konsumen menikmatinya .” Ujar Hari Santosa Sungkari.

Program Banper ini bersifat stimulan dan merupakan usulan kebutuhan dari pelaku kreatif (buttom-up) sebagai penerjemahan atas fungsi Deputi Infrastruktur yaitu pelaksanaan pemberian dukungan kepada semua pemangku kepentingan terkait pengembangan infrastruktur ekonomi kreatif.

25 Ruang Kreatif direvitalisasi, 2.364 unit Sarana dan 479 unit Sarana Teknologi, Informasi, dan Komunikasi diberikan kepada 44 penerima Banper 2019 dengan total anggaran lebih dari Rp 48 miliar.

Sejak tahun 2017 sampai dengan tahun 2019 tercatat sebanyak 59 Ruang Kreatif direvitalisasi, 9.490 unit Sarana dan 1.713 Teknologi Informasi dan Komunikasi telah diberikan kepada 136 penerima Banper yang tersebar dari Kota Sabang sampai dengan Kabupaten Asmat. (ist)

Leave a Reply

Berikan Komentar

%d blogger menyukai ini: