Pengurus Transportasi Terminal Mengwi Bantah Tarif Angkutan Mahal

(Baliekbis.com), Pemindahan terminal penumpang dari Ubung ke Terminal Mengwi Badung ternyata belum berjalan sesuai harapan. Sejumlah persoalan masih mengganjal sehingga terminal tersebut masih terlihat sepi. “Selain ongkos angkutan dari terminal ke tujuan penumpang yang dianggap masih ,mahal juga banyak bus yang enggan menaikan dan menurunkan penumpang di terminal,” ungkap Kepala Terminal Mengwi Tjokorda Agung Suarmaya di Mengwi, Rabu (28/3) didampingi pengurus Angkutan Sewa Terminal Mengwi Ketut Nadi dan Ketua Organda Badung Ketut Ngurah Sutharma. Padahal tujuan awal didirikannya terminal tipe “A” ini untuk memberikan layanan maksimal pada masyarakat. “Sampai kini ya terminal Mengwi kondisinya seperti ini,” ujarnya.

Ketut Ngurah Sutharma.

Tjok. Agung mengungkapkan, masih banyak bus AKAP yang enggan menaikkan dan menurunkan penumpang di terminal disebabkan pihak pengelola bus yang kurang memberikan informasi yang jelas terkait lokasi terminal baru tersebut. “Tahunya penumpang turun di Denpasar (Ubung). Ketika diminta turun di Mengwi penumpang enggan. Pasalnya tiketnya tertera Denpasar,” ujarnya. Ia berharap informasi ke penumpang harus jelas, jangan sampai penumpang merasa dijebak. Tjok. Agung juga menyayangkan ada sejumlah bus AKAP yang sama sekali enggan menaikkan ataupun menurunkan penumpang di Mengwi. “Akibatnya bisa dilihat kalau sore hari di Jalan Pidada, Denpasar terlihat tumpukan penumpang di pol bus AKAP yang menimbulkan kemacetan,” katanya. Ia berharap pihak berwenang di Denpasar bisa menertibkan bus yang nakal tersebut.

Sementara Ketut Nadi, pengurus transportasi yang ada di terminal Mengwi menyikapi adanya keluhan masyarakat terkait ongkos transportasi dari Mengwi ke tujuan penumpang yang dinilai mahal menjelaskan hal tersebut telah melalui kajian. “Kalau dibilang mahal, dimana mahalnya. Kalau dirata-rata, 6-8 penumpang yang memakai APV per kepala paling hanya kena biaya Rp15 ribu, Itupun tergantung daerah tujuan. Kalau sendiri gunakan satu APV ya berat memang,” katanya.

Menurutnya di terminal ini juga ada pilihan moda angkutan lain yang siap mengantarkan penumpang kemana saja di Bali. “Ada taksi, APV dan Sarbagita. Penumpang tinggal pilih dan semua layak jalan,” jelasnya menjawab adanya keluhan beberapa pihak yang menyatakan transportasi di terminal Mengwi mahal dan sulit. “Itu kan keluhan segelintir orang saja, jangan digeneralisir,” katanya mengingatkan. Justru ia balik mengeluhkan kurang maksimalnya pemberdayaan transportasi yang ada di terminal Mengwi.

Ketua Organda Badung Ketut Ngurah Sutharma dalam kesempatan ini menyatakan, persoalan terminal Mengwi sepertinya masih berkutat di seputaran itu saja. Ia sepakat keberadaan terminal Mengwi ini dikelola secara maksimal melalui integrasi stakeholder dan juga masyarakat agar bisa lebih maksimal. Jangan seperti sekarang terminal ini seolah olah banyak masalah, padahal menurutnya tidak begitu. Pengelola terminal membuka diri. “Kami disini membuka diri dan siap bekerja sama baik dengan PO atau siapapun untuk memaksimalkan pelayanan,” ucap mantan Sekretaris Kadin Badung ini. (bas)