Pengalaman di Pemerintahan, Mantra-Kerta Unggul di Debat Pamungkas

(Baliekbis.com), Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bali menggelar debat ketiga sekaligus debat pamungkas Pilgub Bali pada Jumat (22/6) malam. Bertempat di Hotel Trans, Jln. Sunset Road Kuta, debat dua paslon berlangsung seru dengan tema “Menyerasikan pembangunan daerah dalam bingkai NKRI” dengan sub tema “Politik, hukum, adat seni dan budaya”. Dalam debat ini pasangan calon Gubernur Bali nomor urut 2, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra-Ketut Sudikerta (Mantra-Kerta) tampil dominan. Berbekal pengalaman di pemerintahan membuat Mantra-Kerta menguasai jalannya debat dan persoalan yang disiapkan penyelenggara. Baik persoalan hukum, budaya dan politik.

Dalam pemaparan visi misinya Rai Mantra menekankan penguatan akuntabilitas pelayanan publik demi mencegah korupsi. Hal ini bukannya sesuatu yang baru. Tapi merupakan sesuatu yang sudah dijalankan selama Mantra-Kerta memimpin di pemerintahan. Rai Mantra misalnya, selama dua periode menjadi Walikota Denpasar telah membuat terobosan dengan smartcity, pelayanan satu pintu, layanan pengaduan online Pro Denpasar, pengadaan barang dan jasa secara online dan terobosan lainnya. Keberhasilan terobosan ini dibuktikan dengan opini wajar tanpa pengecualian dari BPK selama 6 tahun berturut-turut, Denpasat menjadi salah satu kota dengan tata pemerintahan bebas korupsi serta penghargaan pelayanan publik dari Ombudsman.

“Mengenai tata kelola pemerintahan yang akuntabel dan bebas korupsi telah kami buktikan selama di Denpasar, demikian pula halnya pak Sudikerta selama menjadi wakil gubernur selalu mendapat opini WTP dari BPK,” kata Rai Mantra. Sementara itu di bidang penguatan adat dan budaya, Rai Mantra menegaskan komitmen bantuan Rp 500 juta bagi desa pekraman. Menurutnya desa pekraman adalah benteng mempertahankan dan memajukan kebudayaan. Di desa pekraman terjadi harmonisasi kehidupan sosial dan mengatasi konflik sosial. Desa pekraman dalam menghadapi tantangan zaman juga perlu ditanamkan kolaborasi dengan pengembangan ekonomi berbasis kreatifitas.

“Mantra-Kerta akan terus mendorong penguatan nilai luhur untuk Bali bertaksu yang bermanfaat bagi masyarakat. Upaya ini tentu membutuhkan dukungan semua pihak,” kata Rai Mantra. Selain itu untuk penguatan kelembagaan adat seperti majelis alit, majelis madya serta majelis utama desa pekraman. Majelis ini memiliki peran strategis guna melakukan pembinaan dan pendampingan bagi desa-desa pekraman. (nwm)

Leave a Reply

Berikan Komentar

%d blogger menyukai ini: