Penerapan Sasi Kelapa Turunkan Kualitas Hasil Panen Kelapa di Buru Selatan

(Baliekbis.com),  Penerapan kearifan lokal sasi kelapa di Kabupaten Buru Selatan, Maluku menurunkan kualitas hasil panen kelapa. “Penerapan sasi kelapa selama 6 bulan juga berdampak pada rendahnya kualitas kopra,” kata Evelin Tumuhuri, saat memaparkan hasil penelitian disertasinya pada prodi Biologi Fakultas Biologi UGM, Kamis (17/1) di kampus setempat.

Sasi kelapa  merupakan larangan mengambil hasil kelapa dalam periode waktu tertentu yang banyak diterapkan di wilayah Maluku, termasuk di Buru Selatan. Evelin mengatakan sasi kelapa merupakan startegi yang diterapkan masyarakat untuk mencegah pencurian buah kelapa dan mencegah pengambilan hasil kelapa sebelum masa panen. Lama penerapan sasi kelapa ada yang selama 4 bulan, 6 bulan, maupun sesuai dengan kebutuhan petani kelapa.

“Saat disasi selama 6 bulan kebun kelapa dibiarkan begitu saja dan ini merugikan petani,” jelas dosen prodi Biologi di Universitas Pattimura ini. Dari hasil penelitian yang dilakukan Evelin menunjukkan pemberlakuan sasi selama enam bulan  menurunkan kualitas buah. Berat buah, berat endosperma, tebal endosperma, dan volume air kelap amenurun setelah buah masak. Tak hanya itu, kopra yang dihasilkan memiliki kualitas rendah dan tidak memenuhi syarat mutu SNI.

Sasi kelapa selama 6 bulan tidak arif secar biologi,”sebutnya. Menurutnya sasi kelapa 6 bulan tidak lagi relevan diterapkan dengan kondisi saat ini yang telah mengalami berbagai perubahan dalam aspek biologi dan lingkungan, sosial, dan ekonomi.

Kendati begitu, Evelin menegaskan bahwa sasi kelapa perlu tetap dipertahankan. Namun, waktu pemberlakukan sasi lebih dipersingkat. Penerapan sasi kelapa sebaiknay dilakukan dengan durasi 2 bulan atau paling lama 3 bulan agar sesuai dengan pola reduksi kelapa dan umur kemasakan buah. Sementara untuk meningkatkan nilai jual kopra. Evelin menuturkan perlunya perbaikan dan pengembangan cara pembuatan kopra dengan teknologi tepat guna yang sesuai dengan konsisi lingkungan dan sosial masyarakat Buru Selatan. (ika)