Pembubaran Panitia HUT ke-35 LPD Bali Diakhiri dengan “Melukat”

(Baliekbis.com),Panitia HUT ke-35 LPD Bali, Sabtu (14/12/2019) dibubarkan menyusul telah berakhirnya seluruh rangkaian kegiatan. Pembubaran panitia berlangsung di Pura Taman Pecampuhan, Desa Adat Sala, Susut, Bangli ini sekaligus melaporkan pertanggungjawaban kegiatan HUT.

Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Badan Kerja Sama (BKS) LPD Bali, Kepala Lembaga Pemberdayaan (LP) LPD Bali, pengurus BKS-LPD kabupaten/kota, Bendesa Adat Sala, serta panitia penyelengaraan HUT ke-35 LPD Bali. Kegiatan pembubaran panitia diakhiri dengan acara melukat dan sembahyang bersama.

Ketua BKS-LPD Kabupaten Bangli sekaligus Ketua Panitia HUT ke-35 LPD Bali I Ketut Sudana dalam laporannya mengatakan perayaan HUT ke-35 LPD Bali sudah dilaksanakan sejak Oktober lalu dengan penyelenggaran 12 kegiatan besar. Diawali dengan mejaya-jaya 12 Oktober lalu hingga ditutup dengan melukat bersama. Kegiatan HUT berkonsepkan Tri Hita Karana, mulai dari persembahyangan (hubungan manusia dengan Tuhan), kegiatan sosial (hubungan manusia dengan manusia) dan kegiatan penanaman pohon serta penebaran benih ikan untuk kelestarian lingkungan (hubungan manusia dengan alam).

Serangkaian kegiatan yang berlangsung kurang lebih 2 bulan ini turut mempromosikan 6 desa wisata dan desa adat di wilayah Kabupaten Bangli. “Kami berupaya menggelar setiap kegiatan di desa adat yang berbeda, sehingga turut memperkenalkan potensi desa adat terlebih lagi desa wisata,” ungkapnya.

Ketua BKS-LPD Bali Drs. I Nyoman Cendikiawan,S.H., M.Si, menyampaikan terima kasih kepada panitia atas terselenggaranya berbagai kegiatan yang sudah sesuai rencana. Pihaknya juga mengapresiasi persatuan dan kebersamaan LPD di Bangli sehingga sukses dalam penyelenggaraan kegiatan ini. “Harapan kami persatuan dan kebersamaan tetap dijaga sehingga LPD mampu jadi tumpuan perekonomian desa adat,” terangnya.

Disinggung soal evaluasi, Cendikiawan mengatakan evaluasi akan dilakukan, namun secara lebih komplek evaluasi akan dilakukan nanti setelah putaran perayaan HUT di masing-masing kabupaten/kota usai. “Ini sudah putaran ke-8, setelah putaran ke-9 yang tahun selanjutnya diselenggarakan di Kabupaten Badung, baru akan ada evaluasi sesuai keadaan terutama dalam meningkatkan perekonomian desa adat,” ungkapnya.

Sementara itu, Bendesa Adat Sala I Ketut Kayana yang hadir dalam kesempatan tersebut mengatakan, terima kasih kepada BKS-LPD yang telah mengambil tempat di Pura Taman Pecampuhan. Hal ini tentunya turut membantu mempromosikan keberadaan Pura Taman Campuhan serta Desa Adat Sala. “LPD sangat luar biasa. Seperti inilah seharusnya lembaga adat di Bali. Ke depannya kami berharap lembaga lain juga mau mengambil ke desa-desa seperti ini,” ungkapnya. (ist)

Leave a Reply

Berikan Komentar

%d blogger menyukai ini: