Pemberdayaan Limbah Beri Nilai Tambah Usaha Pertanian di Perkotaan

(Baliekbis.com), Pemberdayaan limbah pertanian secara maksimal akan mampu memberi nilai tambah ekonomi yang cukup tinggi bagi petani. Bahkan dari limbah ini bisa menekan biaya produksi.

“Seperti pembudidayaan ikan lele dengan sistem bioflok yang dikembangkan di Agro Learning Centre (ALC) Cekomaria Denpasar ini. Limbah cair dari ikan lele dimanfaatkan untuk nutrisi tanaman sayuran. Limbah padatnya juga bagus,” ujar Anggota DPD RI Dapil Bali Dr. I Made Mangku Pastika,M.M., Kamis (16/6) di Denpasar.

Limbah ternak lainnya juga sangat bernilai ekonomi tinggi, seperti sapi. Urine sapi dan kotorannya bagus untuk pupuk. Bahkan dengan bantuan teknologi yang sederhana bisa menghasilkan gas untuk rumah tangga. “Ini sudah diterapkan di Program Simantri (Sistem Pertanian Terintegfasi), tinggal diperluas jangkauannya,” ungkap mantan Gubernur Bali dua periode yang dikenal peduli pertanian ini.

Mangku, Pastika juga menegaskan pertanian terbukti tangguh di tengah ekonomi yang terpuruk akibat pandemi. “Jadi meski di lahan sempit dan terbatas (perkotaan), sebenarnya pertanian bisa jadi alternatif dan cukup membantu perekonomian warga asal dikelola dengan baik,” jelasnya.

Sebagaimana diketahui, urban farming saat ini makin banyak dikembangkan, salah satunya ALC Cekomaria Denpasar. Belum lama ini ALC dikunjungi delegasi APEC serangkaian “APEC Workshop on Guide on Valuing Fishery By-Products Promotion of Sustainable Artisan Activities and Women Empowerment”.

Delegasi APEC (Asia Pacific Economic Cooperation) yang merupakan organisasi Negara-negara Asia Pasifik yang bertujuan membangun kerja sama ekonomi ini sengaja datang ke ALC untuk melihat langsung penanganan limbah ikan (lele) hingga bisa memberi nilai ekonomi tinggi serta keterlibatan perempuan di dalamnya.

“Kami sangat terkesan dengan apa yang dilakukan ALC dimana dengan satu lot farm bisa memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat khususnya terkait penanganan limbah ikan. Dari limbah ini,
bisa dimanfaatkan secara maksimal jadi produk ekonomi bernilai tambah tinggi,” ujar Jacqueline Salas dari Kementerian Ekonomi Chili.

Yang menarik tambahnya, dengan penerapan teknologi sederhana, limbah ikan bisa dimanfaatkan dengan sangat berguna menjadi pupuk. “Di negera kami, hal serupa masih menggunakan teknologi relatif canggih,” ujar Jacqueline yang dalam kunjungan ke ALC juga bersama delegasi lain di antaranya dari Papua New Guinea, Filipina dan Brunei.

Founder ALC Nyoman Baskara menjelaskan dengan sistem terintegrasi yang diterapkan, dalam budidaya lele pada kolam bioflok selain dihasilkan lele, juga limbahnya baik yang cair maupun padat bisa dimanfaatkan untuk pupuk tanaman. Bahkan di farm tersebut juga dikembangkan magot untuk pakan tambahan pakan lele.

Kadis Perikanan dan Ketahanan Pangan Kota Denpasar IB Mayun Suryawangsa. mengatakan kunjungan APEC ke ALC selaku binaan Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Denpasar untuk melihat bagaimana proses agro bisa dikerjakan dari tanam, panen hingga pascapanen. Di Denpasar, pihaknya mengembangkan kelompok pangan yang memanfaatkan lahan kosong dan pekarangan rumah disinergikan dengan ALC. Pihak KKP melihat langkah ALC sebagai salah satu contoh yang baik untuk pemanfaatan limbah bernilai tinggi yang juga memberdayakan perempuan. (bas)