Pelindo Benoa Gelontor Bantuan Bina Lingkungan

(Baliekbis.com), Pelabuhan Benoa memberikan bantuan bina lingkungan hampir dua miliar rupiah hingga akhir tahun 2017. “Bantuan ini sebagai bentuk kepedulian kami yang tidak hanya mengejar profit tetapi wajib ikut membantu desa adat di Bali yang rutin dilakukan setiap tahun,” kata Direktur SDM dan Umum Pelindo III Toto Heli Yanto di Benoa, Jumat (17/11) pasca penyerahan bantuan kepada desa adat di lima kabupaten di Bali sebesar Rp 360 juta. Ia mengatakan, bantuan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Program tersebut diperuntukan bagi bidang pendidikan, sarana ibadah atau tempat suci dan sarana lainnya.Salah satunya yakni Desa Adat Penglipuran yang dibantu dalam membuat saluran sanitasi. “Kami membantu menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dengan terlebih dahulu melakukan penjajakan dari hasil seleksi usulan-usulan yang ada,” ujarnya. Toto Heli Yanto mengingatkan para penerima program tersebut agar tetap melaporkan hasil bantuan yang diberikan dengan melengkapi dokumen fisik dan bukti transaksi. “Upaya tersebut sebagai bentuk laporan pertanggungjawaban terhadap program yang dilaksanakan,” ujarnya didampingi GM Pelindo III Pelabuhan Benoa I Wayan Eka Saputra. Pihaknya juga melakukan pendampingan dan pembinaan kepada beberapa daerah. Pelindo III, jelasnya memberikan pinjaman dana dengan suku bunga rendah sebesar tiga persen per tahun, dibayar pada bulan ketujuh dengan minimal besaran pinjaman Rp 100 juta. Untuk itu, Pelindo III sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) diharapkan mampu hadir di tengah-tengah masyarakat yang memerlukan. Sementara itu, Eka Saputra mengharapkan, masyarakat agar selalu mendukung program-program Pelindo sehinga nantinya semakin luas kontribusinya. “Apabila kami untung semakin besar, otomatis dapat memberikan bantuan yang semakin besar pula,” ujarnya. Pada kesempatan tersebut perwakilan penerima bantuan yakni Bendesa Adat Penglipuran, I Wayan Supat menjelaskan akan membangun sarana sanitasi juga meminta agar Pelindo lebih banyak lagi membantu desa adat. 


Menurutnya, penambahan fasilitas tersebut bertujuan untuk mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat dan wisatawan yang berkunjung ke Desa Penglipuran. “Desa kami baru saja yakni di tahun 2016 berhasil dinobatkan sebagai desa terbersih di dunia versi majalah Boombastis,” kata Supat. Selain Desa Penglipuran, ada dua desa lain yang juga dinobatkan sebagai desa terbersih di dunia yakni Desa Mawlynnong di India dan Desa Giethoorn di Belanda. Supat mengaku, penghargaan tersebut bukan tujuan utama namun baginya sudah menjadi keharusan menjaga Desa Penglipuran dengan baik sesuai dengan filsafat ” Tri Hita Karana” atau tiga hubungan yang harmonis antara manusia dengan Tuhan, sesama dan lingkungan. Untuk itu, Pelindo III Pelabuhan Benoa akan menerapkan tata cara menjaga lingkungan agar tetap bersih dan lestari sesuai dengan kearifan lokal. (bas)