Pelatihan DPK Perbarindo Gianyar: SDM, Pengawasan dan Analisa Kuat Cegah Kredit Bermasalah

(Baliekbis.com),Menghadapi persaingan di era revolusi industri 4.0, Perbarindo DPK Gianyar menggelar pelatihan selama tiga hari terhadap BPR di UC Silver, Jalan Raya Batubulan mulai tanggal 19-21 September 2019.

Ketua DPK Perbarindo Gianyar Ir. I Made Sarwa di sela-sela pelatihan mengatakan, pihaknya memperkuat tiga fondasi dalam era persaingan ini. Pertama adalah modal, kedua SDM, dan ketiga teknologi.

“Modal sudah di internal masing-masing. Khusus untuk SDM, kami di DPK Gianyar memfasilitasi untuk pelatihan. Khususnya pelatihan Satuan Pengawasan Internal (SPI),” ujar Sarwa, Kamis (19/9/2019).

Ia memaparkan, pelatihan bertujuan untuk meningkatkan peran petugas SPI untuk mencegah sedini mungkin terjadinya masalah-masalah di internal BPR.

“Tujuannya agar di BPR sendiri dengan petugas SPI, mencegah dini terjadinya masalah-masalah di internal BPR. SPI adalah perpanjangan tangan dari komisaris yang memberikan laporan permasalahan di BPR,” ujarnya.

Selain itu, SPI juga merupakan perpanjangan tangan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). “Kalau SPI bagus melakukan pengawasan semakin sedikit temuan OJK. Maka inilah kami perkuat, SDM dari SPI itu sendiri. Dalam kaitan peningkatan ini SDM pengawasan internal yang kami benah,” paparnya.

“Jadi kalau pengawasan sudah kuat, semua jadi aman. Kalau modal kuat, IT kuat, tapi SDM pengawasan lemah, sama dengan tidak ada artinya. Kalau ini salah, saya kira semuanya akan bermasalah,” sambungnya.

Selain pelatihan SPI, untuk hari kedua dan ketiga akan digelar pelatihan analisa kredit. Analisa juga tak kalah penting. Sebab seberapa pun besarnya modal kalau kredit bermasalah akibat dari kesalahan analisa, maka kredit akan bermasalah juga.

“Dua ini yang kami ambil dulu untuk pembenahan bersama-sama di Gianyar. SDM yang kuat, pengawasan yang kuat, analisa yang kuat. Kalau analisa kuat, dinilai dari berbagai sudut semua akan baik,” ujarnya.

Ke depan pihaknya akan mengagendakan sebulan dua sampai tiga kali pelatihan semacam ini. “Hal-hal mana yang krusial, itu yang kami laksanakan. Terutama di kredit dan pengawasan. Untuk menghindari kredit bermasalah, maka pengawasan harus ketat,” pungkasnya.

Sementara itu, I Made Suarja, selaku penasehat internal DPK Perbarindo Gianyar mengungkapkan sangat mengapresiasi dilaksnakannya pelatihan terhadap BPR yang ada di Gianyar. “Kita harap dengan adanya pelatihan ini industri BPR akan mampu bersaing di tengah pasar MEA atau industri 4.0 dan ke depannya kegiatan serta pelatihan ini dapat rutin di laksakan,” tandasnya.(yes)

Leave a Reply

Berikan Komentar

%d blogger menyukai ini: