Paslon Amerta Lepas Tukik di Serangan, Ngurah Ambara: Penting Menjaga Kearifan Lokal

(Baliekbis.com), Pasangan calon (Paslon) Amerta yang maju dalam Pilkada Kota Denpasar yakni Ngurah Ambara dan Bagus Kertanegara bersama kader partai pengusung dan relawan melepas seratus tukik (anak penyu) di pantai Serangan, Minggu (25/10).

Pelepasan tukik juga didampingi petugas dari Pusat Pendidikan dan Konservasi Penyu atau Turtle Conservation and Education Center (TCEC) Serangan.

Sebelumnya paslon yang dikenal sangat peduli dengan lingkungan ini juga melakukan aksi bersih sampah plastik dan bertemu dengan kelompok nelayan setempat di Pantai Mertasari, Sanur. Paslon Amerta juga terjun ke sawah menemui petani untuk menyerap aspirasi.

“Penting menjaga kearifan lokal agar tetap bisa mendukung kehidupan. Karena itu kita akan terus lakukan aksi bersih-bersih dan penyelamatan lingkungan ini karena Denpasar sebagai Kota Budaya harus dijaga lingkungannya, kebersihannya dan keindahannya,” jelas Ngurah Ambara didampingi Bagus Kertanegara di sela-sela pelepasan tukik.

Ngurah Ambara mengatakan menjaga kelestarian lingkungan pesisir pantai ini juga dinilai penting karena akan mendukung perekonomian warga sekitar termasuk nelayan. “Banyak yang hidup dari lingkungan pesisir dan laut ini. Karena itu harus dirawat dan dijaga serta dikembangkan agar nenjadi sumber pendapatan warga sekitar,” tambah Bagus Kertanegara yang kerap disapa Sting ini.

Sementara itu petugas dari Pusat Pendidikan dan Konservasi Penyu Serangan I Made Sukanta mengatakan pemeliharaan tukik ini selain untuk edukasi juga satwa yang dilindungi ini juga kerap dimanfaatkan untuk keperluan upacara.

“Tukik yang dilepas ini baru berumur dua hari dan lebih tahan dengan kondisi laut dibandingkan yang lebih besar. Perlu waktu sampai 40 tahun agar tukik-tukik imi menjadi dewasa,” tambahnya. Ia memuji upaya paslon Amerta yang peduli dengan kelangsungan hidup tukik ini. Sebab populasinya makin terbatas.

Atas penjelasan petugas, Amerta berjanji akan terus mengupayakan penyelamatan satwa yang dilindungi. “Perhatian terhadap satwa ini sekaligus selamatkan pantai dari sampah dan pencemaran lainnya,” tegasnya.

Sementara Bagus Kertanegara setelah melihat kondisi pantai dan pesisir mengaku khawatir dengan adanya pengkavlingan lahan dimana ke depannya akan mengganggu akses warga. “Kalau kawasan pesisir ini jadi bangunan akan menyulitkan nantinya,” tambah Sting. Usai menebar tukik, paslon Amerta kemudian membuka lomba tenis di yang diikuti sekitar 60 atlet. (bas)

Leave a Reply

Berikan Komentar

%d blogger menyukai ini: