Paslon AMERTA Jenguk Pemangku Pura Kahyangan Desa Adat Panjer

(Baliekbis.com),Paslon AMERTA (Ngurah Ambara-Bagus Kertha Negara) menunjukkan perhatian yang besar kepada warga Denpasar yang sedang sakit.

Seperti yang dilakukan Calon Walikota Denpasar Ngurah Ambara yang menjenguk Pemangku Pura Kahyangan Desa Adat Panjer I Made Renda (92) di Jl. Tukad Mawa, Kelurahan Panjer, Selasa (24/11) yang terbaring karena lumpuh. Sebelumnya Ngurah Ambara juga mendatangi salah seorang warga di Jalan Tukad Batanghari yang terbaring karena stroke.

Made Renda sudah 2 tahun tergolek di tempat tidur karena lumpuh setelah sempat jatuh di rumahnya. Kini pria yang sebelumnya aktif melayani umat itu hanya bisa terbaring.

“Kami sekeluarga mengucapkan terima kasih kepada Paslon AMERTA yang peduli dengan kondisi masyarakat. Kami siap dukung untuk menangkan Paslon Nomor urut 2 yang merakyat,” ucap putra Jero Mangku, Made Sudiarsa.

Ngurah Ambara mengatakan sudah menjadi kewajiban untuk saling membantu. “Saya mendoakan semoga Jero Mangku bisa cepat sembuh,” harap Ngurah Ambara.

Sebelum menjenguk Jero Mangku, Paslon Nomor Urut 2 yang dikenal dengan program pro rakyatnya itu menemui pedagang di Pasar Sakenan. Kepada pedagang diingatkan agar tetap berusaha meski kondisi lagi lesu akibat pandemi Covid-19.

Pasangan Calon Walikota dan Calon Wakil Walikota Denpasar Nomor Urut 2, Gede Ngurah Ambara Putra-Made Bagus Kertha Negara juga menginginkan masyarakat Kota Denpasar untuk berpartisipasi dalam perhelatan PilWali Denpasar pada 9 Desember 2020 dengan datang mencoblos ke TPS.

“Jangan golput, salurkan aspirasi agar Denpasar memiliki pemimpin yang peduli dan pro rakyat,” kata Calon Walikota Denpasar Gede Ngurah Ambara Putra.

Pedagang menjelaskan pembangunan saat ini belum merata sehingga diperlukan kepemimpinan yang visioner untuk memajukan Denpasar dan masyarakatnya. Pada kesempatan tersebut Ngurah Ambara menyampaikan visi-misi AMERTA menuju Denpasar Berseri, Smart City, Berbudaya dan Berdaya Saing yang dituangkan dalam beberapa program pro-rakyat. 

Mulai dari santunan kelahiran diberikan Rp 1 juta dan santunan kematian Rp10 juta. Juga bantuan untuk pelestarian kegiatan adat, seni, budaya dan agama setiap tahunnya meliputi dana prajuru banjar Rp 30 juta, Sekaa Teruna Rp25 juta, PKK Rp5 juta dan Dadia Rp5 juta. 

Sementara bagi pekerja non-formal termasuk pedagang akan diberikan subsidi pendidikan dan kesehatan untuk membantu meringankan beban masyarakat.(bas)

Leave a Reply

Berikan Komentar

%d blogger menyukai ini: