Pasca Gunung Agung Erupsi, Pemkab Gianyar Kembali Berdayakan Eks Posko Sutasoma  

(Baliekbis.com), Antisipasi terjadinya kedaruratan terkait situasi Gunung Agung yang pada 2 Juli lalu mengalami erupsi dan sempat menimbulkan kepanikan bagi warga sekitarnya. Pemkab Gianyar melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kembali memberdayakan tempat pengungsian di Eks Posko Pengungsian Lapangan Sutasoma, Sukawati,  Rabu, (4/7). Sebanyak 14 personil diterjunkan untuk membersihkan kawasan Lapangan Sutasoma, seperti membersihkan sampah dan  rumput-rumput liar yang mulai tumbuh.

Kepala BPBD Kabupaten Gianyar, Anak Agung Gde Oka Digjaya, mengatakan kegiatan ini sebagai langkah antisipasi jika terjadi kedaruratan terkait perkembangan Gunung Agung yang beberapa hari lalu mengalami erupsi. Sehingga, nantinya jika status  Gunung Agung meningkat, Pemkab Gianyar sudah siap menerima para pengungsi warga Karangasem. Diperkiran, Eks Posko Pengungsian Sutasoma mampu menampung sekitar 1.500 pengungsi.

“Atas instruksi dari Sekda kita antisipasi lebih awal, dengan membersihkan Eks Posko Pengungsian Sutasoma. Kita berharap tidak terjadi, tetapi jika terjadi kedaruratan, kita sudah siap,” terang A A Gde Digjaya. Ditambahkan Oka Digjaya, 3 juli lalu, telah kedatangan pengungsi sebanyak 18 orang (5 KK) yang berasal dari Br. Lusuh Kangin, Desa Pering Sari, Kecamatan Selat, Karangasem. Ke 18 warga yang terdiri dari 9 laki-laki dan 9 perempuan, dimana dua diantaranya merupakan lansia dan dua orang anak-anak. Saat ini,  mereka ini tinggal sementara di Bale Peyadnyan di Banjar Basangambu, Desa Manukaya, Tampaksiring.

“Setelah mendapat laporan, kami langsung atensi bersama Dinkes, Dinsos, PMI dan Satpol PP untuk melakukan pengecekan sekaligus pemeriksaan kesehatan kepada warga tersebut,”tambah Oka Digjaya. Sementara itu, Sekdakab Gianyar, I Made Gede Wisnu Wijaya mengatakan, bersih-bersih dan penataan untuk memberdayakan kembali Eks Posko Pengungsian Sutasoma. Hal ini dimaksudkan sebagai langkah antisipasi bencana alam meletusnya Gunung Agung. Apalagi saat ini, sudah ada 18 warga Karangasem yang mengungsi di tempat saudaranya di Banjar Basangambu, Desa Manukaya, Tampaksiring.

Berkaca dari sebelumnya, tak sedikit warga Karangasem yang mengungsi di Eks Posko Pengungsian Sutasoma serta beberapa titik pengungsian lainnya. Sehingga dapat dipastikan, jika Gunung Agung statusnya meningkat, Kabupaten Gianyar kembali menjadi tujuan bagi warga Karangasem yang terdampak sebagai tempat pengungsian. Untuk itu, pihaknya telah menginstruksikan kepada OPD terkait untuk melakukan pesiapan-persiapan baik dari segi tempat pengungsian, logistik maupun obat-obatan sebagai langkah antisipasi jika terjadi kedaruratan. “Setidaknya jika terjadi kedaruratan terkait status Gunung Agung, Pemkab Gianyar sudah siap untuk itu. Mulai dari menyediakan tempat yang layak bagi para pengungsi nantinya, maupun dari segi losgitik dan obat-obatan,” terang Wisnu Wijaya. (hms)