Pandemi, Driver Ojol Ini Bertahan dengan dengan Penghasilan dari Media Sosial

(Baliekbis.com), Pandemi Covid-19 telah melumpuhkan aktivitas masyarakat selama kurang lebih tiga bulan ini, dan berdampak signifikan pada perekonomian di segala lapisan masyarakat, terlebih mereka yang mengandalkan pendapatan harian seperti pengemudi (driver) ojek online (ojol). Muhammad Mamnun adalah salah satu driver ojol di perusahaan Gojek yang merasakan perubahan di tengah ketidakpastian pandemi.

“Sejak corona terjadi, saya jadi jarang angkut penumpang. Orang-orang banyak yang memilih untuk tidak naik ojol karena takut terkena virus corona. Jadi paling saya terima pesanan GoFood,” ungkap Mamnun.

Pemuda asal Kediri ini sudah menjadi driver ojol selama kurang lebih tiga tahun. Demi mencari uang untuk ibu dan dua adiknya di kampung, Mamnun merantau ke Jakarta untuk mendapatkan pekerjaan dengan standar penghasilan yang lebih tinggi. Tidak hanya sebagai driver ojol, sehari-sehari Mamnun juga menjalani dua pekerjaan lainnya yaitu berjualan nasi bungkus di pagi hari dan bekerja di kafe dari sore hingga tengah malam.

“Dari subuh, saya ambil nasi bungkus di tetangga yang nggak jauh dari tempat kos saya, lalu saya jualan sampai jam sepuluh pagi di pinggir jalan satu arah gitu yang rame. Selesai jualan, saya mulai ngojol kira-kira sampai jam empat sore sebelum saya kerja di kafe sampai jam setengah dua belas malam,“ kata Mamnun.

Setelah menjalani tiga pekerjaan sekaligus dalam kurun waktu satu tahun, Mamnun mengalami berbagai kejadian kurang menyenangkan. Mulai dari terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) di kafe karena masalah internal, hingga pandemi yang memengaruhi penghasilannya sebagai driver ojol.

Di sela-sela kesibukannya, Mamnun menjalankan hobinya yaitu mengedit video di platform pembuatan video pendek, Likee. “Semenjak orderan ojol sepi, saya jadi sering bikin konten video Likee di rumah. Saya suka buat video komedi yang saya pelajari dari liat-liat tutorial dan belajar otodidak. Awalnya buat hiburan aja, karena makin sering bikin video, performa akun saya pelan-pelan naik, dan akhirnya bisa dapet penghasilan dari situ,” ucap Mamnun.

Menganggap Likee bukan sebagai pekerjaan, tetapi hobi yang menghasilkan, Mamnun secara konsisten membuat konten bergenre komedi sebagai kunci keberhasilannya memopulerkan akun Likee-nya. Mengaku komedi adalah konten yang paling ia sukai, Mamnun senantiasa memerhatikan konsistensi konsep dan kualitas video komedi yang diunggah di Likee setiap harinya. Hal tersebut membuat Mamnun kian populer dan disukai oleh para pengguna Likee. Alhasil, performa akun Mamnun perlahan-lahan meningkat sehingga Mamnun berhasil mendapatkan penghasilan setiap bulan dari Likee.

Dengan kabar penyebaran virus corona yang semakin meluas dan ketidakpastian ngojol saat pandemi, Mamnun memutuskan untuk kembali ke kampung halamannya di Kediri dan kembali tinggal bersama keluarganya. Menjadikan Likee sebagai prioritas utama saat kembali ke kampung halamannya, Mamnun tidak menyangka bahwa menjalankan hobi bisa membuatnya menjadi influencer yang menghasilkan pendapatan dan mampu membuatnya bertahan selama masa pandemi.

“Saat kerjaan saya sebagai driver ojol agak terhambat, ternyata rezeki saya malah dikasih lewat Likee. Saya udah mantap fokus ke Likee karena saya bisa buat konten di mana aja dan tetap digaji, meskipun sedang corona. Sebelumnya, pemasukan saya paling cuma bisa buat bayar biaya tanggungan sendiri dan kadang masih minta sama emak (re: ibu). Sekarang alhamdulillah, saya bisa beli handphone baru, kasih uang ke emak dan adik-adik setiap bulan, dan bantu-bantu tanggungan rumah juga,” tambah Mamnun.

Setelah kembali berkumpul dan tinggal dengan keluarga, Mamnun saat ini banyak membuat konten video bersama emak-nya. Mamnun mengaku kini tetangga dan orang-orang banyak yang mengenalinya dan juga sang emak. Orang-orang juga memberikan respon yang baik dan merasa terhibur dengan video-video Mamnun dan emak-nya di Likee.

“Saat saya merasa senang, saya mau berbagi senyuman itu dengan orang lain. Terlebih sekarang nggak cuma bisa kasih uang ke emak, tapi bisa berbagi ke orang lain juga. InsyaAllah, saat dapet gaji setiap bulan, saya punya prinsip untuk berbagi kebahagiaan ke orang-orang di pinggir jalan. Penghasilan itu semua dari Likee, bukan dari mana-mana,” kata Mamnun.

Tidak hanya bersyukur, Mamnun juga mengungkapkan impian yang ingin ia capai kedepannya. “Saya bersyukur sekali karena saya mendapatkan apa yang saya inginkan, dari mengasah kreativitas, ketemu dan bisa silaturahmi dengan teman-teman dan keluarga baru di Likee, sampai saya bisa mendapatkan penghasilan dari menjalankan hobi saya. Dengan segala kelebihan itu, saat ini saya sedang menikmati prosesnya. Kedepannya, saya ingin menabung untuk membuat usaha kecil-kecilan dan membesarkan warung makan emak,” tutup Mamnun.

Sebagai platform pembuatan video pendek, Likee menghadirkan wadah bagi pengguna untuk senantiasa menciptakan konten menarik dan engaging. Berkomitmen untuk memberikan kemudahan bagi pengguna agar dapat membuat video menarik dan merekam momen yang mengesankan, Likee juga menduduki peringkat pertama dalam deretan “Top 10 Breakout Apps” menurut laporan App Annie tahun 2019. Selain itu, Likee mendapatkan posisi keenam sebagai “Top Apps” di 2019 dan ketujuh dalam daftar “Overall Worldwide” di Q4 tahun 2019 menurut Sensor Tower. 

Likee adalah platform pembuatan video pendek kreatif yang memiliki beragam efek khusus yang menarik dan dengan metode pemakaian yang unik di mana pengguna dapat mengeksplorasi kreativitas, mengekspresikan diri, serta mendapatkan kesempatan untuk berkomunikasi dengan idolamu melalui berbagai challenge. #SaatnyaKamuBersinar dengan wujudkan ide-ide kreatif di Likee! (ist)

Leave a Reply

Berikan Komentar

%d blogger menyukai ini: